Sekolah Vokasi Universitas Terbuka Laksanakan Benchmarking ke Politeknik Negeri Malang

Bagikan Berita Malang, [4 Desember 2025] — Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) sebagai bagian dari upaya penguatan penyelenggaraan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA). Kegiatan ini berlangsung di Kota Malang dan diikuti oleh jajaran pimpinan serta tim pengelola Sekolah Vokasi UT. Benchmarking difokuskan pada pertukaran praktik baik terkait desain dan implementasi kurikulum vokasi, khususnya penerapan pembelajaran berbasis praktik dan proyek. POLINEMA memaparkan komposisi pembelajaran vokasi yang menekankan keseimbangan antara teori dan praktik, dengan porsi praktik lebih dari 50 persen, serta penerapan project based learning (PBL) yang terintegrasi dalam berbagai mata kuliah lintas semester. Dalam sesi diskusi, POLINEMA menjelaskan kebijakan pelaksanaan magang terstruktur dan wajib yang menjadi bagian dari kurikulum. Program magang dilaksanakan mulai semester menengah hingga akhir, dengan konversi Satuan Kredit Semester (SKS) sesuai ketentuan. Magang tidak hanya berfungsi sebagai sarana penguatan kompetensi mahasiswa, tetapi juga menjadi sumber studi kasus dan dasar penyusunan tugas akhir berbasis proyek yang relevan dengan kebutuhan mitra industri dan instansi. POLINEMA juga memaparkan pengelolaan tugas akhir mahasiswa vokasi yang berorientasi pada produk nyata, seperti penyusunan standar operasional prosedur (SOP), business plan, dan dokumen kebijakan yang dibutuhkan mitra. Pendekatan ini memperkuat keterkaitan antara proses pembelajaran, penelitian terapan dosen, dan pengabdian kepada masyarakat. Dari aspek penjaminan mutu, POLINEMA menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara konsisten melalui audit mutu internal, monitoring dan evaluasi pembelajaran, serta penerapan instrumen mutu yang seragam pada seluruh program studi. Penjaminan mutu dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memastikan kesesuaian penyelenggaraan pendidikan dengan standar nasional dan kebutuhan pemangku kepentingan. Selain itu, POLINEMA memiliki dukungan fasilitas pembelajaran praktik yang memadai, seperti laboratorium tematik dan unit pendukung pembelajaran pada bidang teknologi informasi, akuntansi, kearsipan, dan pariwisata. Pembelajaran praktikum terintegrasi dengan mata kuliah lainnya serta diperkuat melalui kerja sama dengan mitra industri dan instansi pemerintah. Melalui kegiatan benchmarking ini, Sekolah Vokasi Universitas Terbuka memperoleh berbagai referensi strategis dalam pengembangan kurikulum, pengelolaan magang, pembelajaran berbasis proyek, serta penguatan sistem penjaminan mutu pendidikan vokasi. Hasil benchmarking diharapkan dapat menjadi dasar peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan vokasi UT dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap kerja.
Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. Tegaskan Pentingnya Revitalisasi Pendidikan Vokasi untuk Menjawab Tantangan Masa Depan

Bagikan Berita Tangerang Selatan, [15 Desember 2025] — Pendidikan vokasi memegang peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing global. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. dalam Talkshow Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) bertajuk “Pendidikan Vokasi di Indonesia: Revitalisasi Pendidikan, Pelatihan, dan Orientasi Masa Depan Sekolah Vokasi” yang diselenggarakan di Kampus UT Pondok Cabe, Senin (15/12). Dalam paparannya, Prof. Ojat menekankan bahwa revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi merupakan amanat strategis nasional yang diperkuat melalui berbagai kebijakan pemerintah, termasuk Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi serta Peraturan Menko PMK Nomor 6 Tahun 2022 tentang Strategi Nasional Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi. Ia menjelaskan bahwa arah kebijakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesesuaian antara supply side pendidikan dan pelatihan vokasi dengan demand side pasar kerja, memperkuat peran dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA), serta membangun sistem koordinasi vokasi yang terintegrasi dari tingkat pusat hingga daerah. “Pendidikan vokasi harus berorientasi pada kebutuhan nyata dunia kerja, berbasis kompetensi, dan dilaksanakan melalui kolaborasi semua pemangku kepentingan. Tanpa itu, lulusan akan sulit bersaing di tengah dinamika pasar kerja global dan revolusi industri,” tegas Prof. Ojat. Lebih lanjut, Prof. Ojat memaparkan bahwa produktivitas tenaga kerja Indonesia masih menghadapi tantangan, meskipun menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Setiap tahun, jutaan angkatan kerja baru memasuki pasar kerja, termasuk lulusan pendidikan menengah dan tinggi yang memerlukan penguatan kompetensi agar dapat terserap secara optimal oleh industri. Pada kesempatan tersebut, Prof. Ojat juga menyoroti potensi strategis Sekolah Vokasi Universitas Terbuka melalui pemanfaatan teknologi digital dan penerapan konsep Multi-Entry Multi-Exit (MEME). Konsep ini memungkinkan peserta didik masuk dan keluar dari program pendidikan pada berbagai titik tanpa kehilangan capaian pembelajaran, serta mendukung prinsip pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning). “Model MEME sangat relevan bagi pekerja, masyarakat di daerah terpencil, maupun mereka yang ingin belajar sambil bekerja. Universitas Terbuka memiliki posisi yang sangat kuat untuk mengembangkan vokasi berbasis digital dengan skema ini,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa penerapan MEME perlu didukung dengan modularisasi kurikulum, pengakuan pembelajaran lampau (Recognition of Prior Learning), sistem penjaminan mutu yang konsisten, serta pengakuan industri terhadap sertifikat kompetensi bertahap. Melalui talkshow ini, Sekolah Vokasi Universitas Terbuka diharapkan dapat memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang inklusif, fleksibel, dan responsif terhadap kebutuhan pasar kerja, sekaligus berkontribusi nyata dalam mendukung agenda nasional revitalisasi pendidikan vokasi dan peningkatan kualitas SDM Indonesia.