Sekolah Vokasi Universitas Terbuka Lakukan Benchmarking ke Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang

Bagikan Berita Malang, 5 Desember 2025 — Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (UM) sebagai bagian dari upaya penguatan dan pengembangan pendidikan vokasi. Kegiatan yang berlangsung di Kota Malang ini diterima langsung oleh Dekan Fakultas Vokasi UM, Prof. Dr. Muladi, S.T., M.T., beserta jajaran pimpinan fakultas. Pertemuan diawali dengan paparan mengenai sejarah dan transformasi pendidikan vokasi di UM yang berawal dari program diploma hingga beralih sepenuhnya menjadi program sarjana terapan (S.Tr.) sejak 2022, dengan ragam program studi yang mencakup bidang sosial humaniora, sains, hingga bidang kreatif. Dalam forum diskusi, Fakultas Vokasi UM memaparkan pengelolaan akademik dan kelembagaan, termasuk rasio dosen dan mahasiswa, sistem pendanaan melalui Uang Kuliah Tunggal (UKT), serta peran strategis tenaga kependidikan yang terbagi dalam subkoordinator akademik, kemahasiswaan, umum, dan keuangan. Layanan administrasi akademik, registrasi mata kuliah, yudisium, hingga wisuda dikelola di tingkat fakultas, sementara pengelolaan laboratorium dilakukan melalui kepala dan koordinator laboratorium di masing-masing unit. Model ini dinilai mampu mendukung efektivitas pembelajaran praktik yang menjadi ciri utama pendidikan vokasi. Aspek pembelajaran berbasis praktik dan keterlibatan dunia industri menjadi perhatian utama dalam benchmarking ini. Fakultas Vokasi UM menerapkan skema magang setara 20 SKS yang dilaksanakan pada semester 5 dan 6 atau 6 dan 7, termasuk melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Mahasiswa dapat menyelesaikan magang sekaligus tugas akhir di industri, dengan dosen pembimbing yang juga berperan sebagai pembimbing magang. Setiap kerja sama dengan mitra industri dituangkan dalam perjanjian yang jelas, mencantumkan durasi dan daftar mahasiswa, sehingga memberikan kepastian bagi kedua belah pihak. Selain itu, UM secara aktif melibatkan dosen praktisi melalui program Praktisi Mengajar, baik dari alumni maupun dari kalangan industri, untuk memperkaya wawasan mahasiswa. Diskusi juga menyoroti pengembangan sumber daya manusia, khususnya dosen dan mahasiswa. Fakultas Vokasi UM mendorong peningkatan sertifikasi dosen yang diakui industri, penguatan kompetensi bahasa Inggris, serta regenerasi dosen untuk keberlanjutan institusi. Bagi mahasiswa, setiap program studi memiliki skema sertifikasi keahlian, sertifikasi bahasa Inggris sebagai syarat pengambilan ijazah, serta pencatatan aktivitas ekstrakurikuler melalui Kartu Hasil Ekstrakurikuler. Tracer study dilaksanakan secara terintegrasi melalui aplikasi dengan dukungan satuan tugas di tingkat fakultas dan universitas untuk memantau keterserapan lulusan di dunia kerja. Melalui benchmarking ini, Sekolah Vokasi UT memperoleh gambaran komprehensif mengenai praktik baik pengelolaan pendidikan vokasi di Fakultas Vokasi UM, mulai dari kurikulum, pembelajaran berbasis industri, pengelolaan sumber daya manusia, hingga penjaminan mutu. Hasil kunjungan ini diharapkan dapat menjadi referensi strategis bagi UT dalam memperkuat penyelenggaraan pendidikan vokasi, khususnya dalam pengembangan program studi, sarana laboratorium, kemitraan industri, serta implementasi pembelajaran vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja di masa depan.