Sekolah Vokasi Universitas Terbuka Gelar Workshop Pengembangan Bahan Ajar Interaktif (BAI)

Bagikan Berita Tangerang Selatan, 6 Maret 2026 – Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan Workshop Pengembangan Bahan Ajar Interaktif (BAI) pada tanggal 4–6 Maret 2026 sebagai langkah strategis memperkuat mutu bahan ajar dan dan memastikan keselarasan materi dengan kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja. Kegiatan ini berlangsung di Wisma 2 UT dan Gedung Prof. Setijadi, sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu pembelajaran berbasis digital di lingkungan Sekolah Vokasi. Workshop ini dihadiri langsung oleh para penulis Bahan Ajar Interaktif (BAI) dari Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi Bisnis Digital, D3 Perpajakan, dan Sarjana Terapan Kearsipan. Kehadiran para akademisi dan praktisi ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat kualitas substansi materi sekaligus memastikan keselarasan dengan kebutuhan industri, perkembangan regulasi, serta karakteristik pembelajaran jarak jauh yang menjadi keunggulan UT. Adapun para penulis yang hadir dalam kegiatan ini adalah: Dr. Hendrian, S.E., M.Si. Prof. Dr. rer. pol Hamzah Ritchi, S.E., MBIT., Ak Dr. Anak Agung Gede Satia Utama, S.E., M.Ak., Ak., CA Dr. Abdul Rahman, S.K.M., M.Si. Drs. Agus Santoso, M.Hum. Zaldy Adrianto, S.E., M.ProfAcc., CRP, Ak. Agung Septia Wibowo, S.Akt., M.Acc Arief Rachman. B, S.Pi., M.Si. Arif Rahman Bramantya, S.S., M.A Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian agenda yang meliputi penyelarasan capaian pembelajaran lulusan (CPL), penguatan desain instruksional berbasis digital, integrasi elemen multimedia interaktif, serta sesi review dan penyempurnaan naskah BAI. Diskusi intensif dan klinik penulisan dilakukan untuk memastikan setiap modul memiliki kualitas akademik yang kuat sekaligus menarik secara visual dan interaktif. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, para penulis BAI juga diajak berkeliling untuk mengenal lebih dekat unit-unit strategis di lingkungan UT, antara lain Pusat Pengembangan Bahan Ajar Multimedia (P2BAM) yang berperan dalam produksi dan pengembangan bahan ajar digital, Pusat Layanan Bahan Ajar (Puslaba) sebagai unit pendukung distribusi dan pengelolaan bahan ajar, serta ICE Institute yang mengembangkan pembelajaran daring terbuka dan kolaboratif. Kunjungan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai ekosistem pengembangan konten dan layanan pembelajaran di UT. Melalui workshop ini, Sekolah Vokasi UT menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap transformasi digital pendidikan tinggi. Hasil pengembangan BAI diharapkan dapat segera diimplementasikan pada semester mendatang guna memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif, aplikatif, dan relevan dengan tuntutan dunia kerja. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Sekolah Vokasi UT terus memperkuat perannya sebagai penyelenggara pendidikan vokasi jarak jauh yang unggul dan berdaya saing di tingkat nasional.
Percepatan Penyusunan Pedoman Magang dan Sertifikasi

Bagikan Berita Tangerang Selatan, 24 Februari 2026 – Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (SV UT) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Pedoman Magang dan Sertifikasi pada 23–24 Februari 2026 di Ruang Sidang Besar Lantai 2. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam rangka percepatan penyusunan panduan dan pedoman magang mahasiswa, seiring dengan rencana pembukaan tiga program studi baru di Sekolah Vokasi UT. Workshop ini dilatarbelakangi oleh amanat Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi, yang menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus berbasis kompetensi dan selaras dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA). Kurikulum pendidikan vokasi juga dituntut adaptif terhadap kebutuhan pasar serta didukung oleh pengajar yang memiliki kompetensi kerja yang relevan. Dalam forum tersebut, peserta workshop membahas secara komprehensif tujuan, mekanisme pelaksanaan, serta hak dan kewajiban para pihak dalam program magang. Pedoman magang dirancang agar mahasiswa memiliki pengalaman kerja nyata selama lima bulan di mitra industri, sekaligus menyusun laporan selama proses magang berlangsung. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat hard skills dan soft skills mahasiswa sehingga lulusan dapat segera terserap di sektor industri yang relevan. Selain itu, workshop juga menyoroti pentingnya rekonstruksi kurikulum vokasi agar semakin responsif terhadap kebutuhan industri, termasuk rencana menghadirkan mitra industri untuk memberikan masukan langsung dalam penyusunan kurikulum. Sekolah Vokasi UT juga menegaskan komitmennya dalam memastikan kesiapan mahasiswa sebelum diterjunkan ke dunia kerja, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan selama pelaksanaan magang. Melalui kegiatan ini, Sekolah Vokasi Universitas Terbuka menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan industri. Penyusunan pedoman magang dan sertifikasi yang komprehensif menjadi fondasi penting dalam mendukung pembukaan tiga program studi baru serta memperkuat daya saing lulusan di dunia kerja.
Sekolah Vokasi Gelar Workshop Finalisasi Borang Akreditasi Sementara Program Studi Baru

Bagikan Berita Tangerang Selatan, 29 Januari 2026 – Sekolah Vokasi menyelenggarakan Workshop Finalisasi Borang Akreditasi Sementara Program Studi Baru sebagai bagian dari persiapan pembukaan program studi vokasi berbasis Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Ir. Sigit Pranowo Hadiwardoyo, DEA, mantan Direktur Sekolah Vokasi Universitas Indonesia, yang memberikan penguatan strategis terkait pengembangan kurikulum dan kemitraan industri dalam pendidikan vokasi. Dalam paparannya, Prof. Sigit menegaskan bahwa keterlibatan mitra industri harus dimulai sejak tahap awal pembentukan kurikulum. Menurutnya, program vokasi idealnya menerapkan kurikulum 3-2-1, yakni tiga semester pembelajaran di kampus, dua semester belajar di industri, dan satu semester magang. Model ini menuntut kesiapan mitra industri serta kesepahaman bersama mengenai kompetensi yang harus dicapai mahasiswa. Oleh karena itu, ketua program studi dan dosen tetap didorong untuk aktif dan fokus menjalin kerja sama dengan industri, sekaligus memastikan sistem pengukuran kompetensi mahasiswa berjalan selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Pada sesi tanya jawab, berbagai isu praktis dibahas, mulai dari pembekalan mata kuliah inti sebelum mahasiswa terjun ke industri hingga tantangan komunikasi dengan mitra. Prof. Sigit menjelaskan bahwa pembelajaran di industri dan magang memiliki tujuan berbeda, namun saling melengkapi. Dua semester belajar di industri harus dirancang melalui komunikasi intensif dengan mitra untuk memetakan skill yang dibutuhkan, sehingga pada semester magang mahasiswa telah memiliki profil kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Ia juga menekankan pentingnya dialog berkelanjutan untuk menghindari miskomunikasi, tidak mudah menghakimi mahasiswa ketika menghadapi kendala di industri, serta mendorong dinamika diskusi antarmahasiswa sebagai bagian dari proses pembelajaran vokasi. Selain penguatan dari sisi akademik dan industri, workshop ini juga diisi dengan pemaparan teknis persiapan akreditasi oleh Ir. Kristanti Ambar Puspitasari, M.Ed., Ph.D. dari FKIP Universitas Terbuka. Materi yang disampaikan mencakup struktur Laporan Evaluasi Diri (LED), pengisian instrumen akreditasi minimum PJJ sarjana, hingga daftar dokumen wajib unggah. Peserta dibekali tips praktis, antara lain pentingnya mengikuti struktur instrumen, memastikan setiap klaim didukung bukti autentik, serta menyusun analisis berbasis data resmi seperti PDDikti, BPS, dan LLDIKTI. Penekanan khusus juga diberikan pada pengisian Pakta Integritas yang wajib ditandatangani Rektor serta kelengkapan dokumen akademik dan pendukung lainnya. Melalui workshop ini, Sekolah Vokasi diharapkan mampu menyelesaikan finalisasi borang akreditasi secara komprehensif, akuntabel, dan sesuai standar BAN-PT, sekaligus memastikan bahwa program studi baru yang akan dibuka memiliki kurikulum relevan, dukungan sumber daya memadai, serta kemitraan industri yang kuat untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing.
Sekolah Vokasi UT Siapkan Tiga Program Studi Baru Berbasis Kebutuhan Industri

Bagikan Berita Tangerang Selatan, 20 Januari 2026 – Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Desain Panduan untuk Sekolah Vokasi sebagai langkah strategis penguatan pendidikan vokasi berbasis Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTJJ). Kegiatan ini membahas rancangan pembukaan tiga program studi baru, yaitu D3 Teknologi Informasi, D4 Akuntansi Bisnis Digital, dan D4 Manajemen Logistik, yang dirancang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDIKA). Program studi D3 Teknologi Informasi dikembangkan dengan keunggulan pada bidang keamanan siber dan infrastruktur digital, didukung kurikulum berbasis Outcome Based Education dengan porsi praktik yang dominan serta magang industri. Sementara itu, D4 Akuntansi Bisnis Digital diarahkan untuk menjawab kebutuhan akuntansi terapan berbasis data dan teknologi digital, guna menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap transformasi bisnis dan keuangan digital. Adapun D4 Manajemen Logistik dirancang untuk merespons pesatnya pertumbuhan sektor logistik nasional, dengan kurikulum berbasis proyek dan praktik yang mencakup pengelolaan rantai pasok, distribusi, serta kewirausahaan logistik. Program ini diharapkan menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap terjun ke dunia kerja. Melalui workshop ini, Sekolah Vokasi UT menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang fleksibel, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan industri melalui pemanfaatan teknologi digital, laboratorium virtual, serta dukungan sistem PTJJ, guna mencetak lulusan vokasi yang berdaya saing dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Sekolah Vokasi UT Laksanakan Kegiatan Benchmarking ke Universitas Bengkulu

Bagikan Berita Bengkulu, 15 Januari 2026 – Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Universitas Bengkulu sebagai upaya strategis dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan vokasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran serta praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan pendidikan vokasi yang dapat diadaptasi dan dikembangkan di lingkungan Sekolah Vokasi UT. Dalam kegiatan benchmarking tersebut, Sekolah Vokasi UT melakukan diskusi dan pertukaran informasi terkait tata kelola kelembagaan, pengembangan kurikulum vokasi, sistem pembelajaran, serta pelaksanaan praktik dan kerja sama dengan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA). Universitas Bengkulu dipilih sebagai mitra benchmarking karena pengalamannya dalam mengelola program pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan regional dan dunia kerja. Melalui kegiatan ini, Sekolah Vokasi UT juga mempelajari strategi penjaminan mutu, sistem evaluasi pembelajaran, serta penguatan kompetensi lulusan agar lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja. Hasil benchmarking diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam penyusunan kebijakan dan pengembangan program di Sekolah Vokasi UT, khususnya dalam konteks pendidikan jarak jauh. Kegiatan benchmarking ini mencerminkan komitmen Sekolah Vokasi UT untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi. Melalui sinergi dan kolaborasi antarperguruan tinggi, Sekolah Vokasi UT optimistis dapat menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing tinggi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Direktur Sekolah Vokasi UT dan Direktur UT Bengkulu Lakukan Siaran Bersama TVRI Bengkulu Bahas Peran Pendidikan Vokasi dalam Menjawab Tantangan Dunia Kerja

Bagikan Berita Bengkulu, 15 Januari 2026 – Direktur Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) bersama Direktur UT Bengkulu melaksanakan siaran bersama TVRI Bengkulu dengan mengangkat tema “Peran Sekolah Vokasi UT dalam Menjawab Tantangan Dunia Kerja”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Universitas Terbuka dalam memperkuat peran pendidikan vokasi sebagai solusi atas tantangan kebutuhan sumber daya manusia di dunia kerja yang terus berkembang. Dalam siaran tersebut, kedua pimpinan menyampaikan bahwa Sekolah Vokasi UT memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap kerja melalui penyelenggaraan pendidikan vokasi berbasis kompetensi. Sistem pembelajaran jarak jauh yang diterapkan UT dinilai mampu memberikan akses pendidikan yang fleksibel dan inklusif bagi masyarakat luas, termasuk bagi mahasiswa yang telah bekerja. Siaran ini juga membahas komitmen Sekolah Vokasi UT dalam mengembangkan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), penguatan praktik pembelajaran, serta pelaksanaan sertifikasi kompetensi sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi persaingan dunia kerja. Melalui kolaborasi dengan TVRI Bengkulu, Universitas Terbuka berharap informasi mengenai peran dan kontribusi Sekolah Vokasi UT dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen UT dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berdaya saing, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Direktur Sekolah Vokasi UT Lakukan Monitoring Pelaksanaan Ujian Online di UPBJJ–UT Bengkulu

Bagikan Berita Bengkulu, 14 Januari 2026 – Direktur Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT), Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A., melaksanakan kegiatan monitoring pelaksanaan Ujian Online (UO) secara langsung di UPBJJ–UT Bengkulu. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Sekolah Vokasi UT dalam memastikan mutu dan kelancaran penyelenggaraan evaluasi akademik bagi mahasiswa. Monitoring dilakukan dengan meninjau secara langsung proses pelaksanaan ujian, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, sistem ujian online, hingga pelaksanaan ujian oleh mahasiswa. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Sekolah Vokasi juga berinteraksi dengan mahasiswa peserta ujian serta menyampaikan motivasi dan semangat agar mahasiswa dapat mengikuti ujian dengan baik dan percaya diri. Dr. Mohamad Yunus menyampaikan bahwa pelaksanaan Ujian Online merupakan salah satu bentuk inovasi UT dalam mendukung sistem pembelajaran jarak jauh yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Oleh karena itu, pengawasan dan monitoring secara langsung menjadi penting untuk memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai dengan standar akademik dan prinsip penjaminan mutu Universitas Terbuka. Melalui kegiatan monitoring ini, Sekolah Vokasi UT berharap dapat terus meningkatkan kualitas layanan akademik, khususnya dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran, serta memberikan pengalaman ujian yang tertib, nyaman, dan berintegritas bagi seluruh mahasiswa
Sekolah Vokasi Universitas Terbuka Lakukan Benchmarking ke Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang

Bagikan Berita Malang, 5 Desember 2025 — Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (UM) sebagai bagian dari upaya penguatan dan pengembangan pendidikan vokasi. Kegiatan yang berlangsung di Kota Malang ini diterima langsung oleh Dekan Fakultas Vokasi UM, Prof. Dr. Muladi, S.T., M.T., beserta jajaran pimpinan fakultas. Pertemuan diawali dengan paparan mengenai sejarah dan transformasi pendidikan vokasi di UM yang berawal dari program diploma hingga beralih sepenuhnya menjadi program sarjana terapan (S.Tr.) sejak 2022, dengan ragam program studi yang mencakup bidang sosial humaniora, sains, hingga bidang kreatif. Dalam forum diskusi, Fakultas Vokasi UM memaparkan pengelolaan akademik dan kelembagaan, termasuk rasio dosen dan mahasiswa, sistem pendanaan melalui Uang Kuliah Tunggal (UKT), serta peran strategis tenaga kependidikan yang terbagi dalam subkoordinator akademik, kemahasiswaan, umum, dan keuangan. Layanan administrasi akademik, registrasi mata kuliah, yudisium, hingga wisuda dikelola di tingkat fakultas, sementara pengelolaan laboratorium dilakukan melalui kepala dan koordinator laboratorium di masing-masing unit. Model ini dinilai mampu mendukung efektivitas pembelajaran praktik yang menjadi ciri utama pendidikan vokasi. Aspek pembelajaran berbasis praktik dan keterlibatan dunia industri menjadi perhatian utama dalam benchmarking ini. Fakultas Vokasi UM menerapkan skema magang setara 20 SKS yang dilaksanakan pada semester 5 dan 6 atau 6 dan 7, termasuk melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Mahasiswa dapat menyelesaikan magang sekaligus tugas akhir di industri, dengan dosen pembimbing yang juga berperan sebagai pembimbing magang. Setiap kerja sama dengan mitra industri dituangkan dalam perjanjian yang jelas, mencantumkan durasi dan daftar mahasiswa, sehingga memberikan kepastian bagi kedua belah pihak. Selain itu, UM secara aktif melibatkan dosen praktisi melalui program Praktisi Mengajar, baik dari alumni maupun dari kalangan industri, untuk memperkaya wawasan mahasiswa. Diskusi juga menyoroti pengembangan sumber daya manusia, khususnya dosen dan mahasiswa. Fakultas Vokasi UM mendorong peningkatan sertifikasi dosen yang diakui industri, penguatan kompetensi bahasa Inggris, serta regenerasi dosen untuk keberlanjutan institusi. Bagi mahasiswa, setiap program studi memiliki skema sertifikasi keahlian, sertifikasi bahasa Inggris sebagai syarat pengambilan ijazah, serta pencatatan aktivitas ekstrakurikuler melalui Kartu Hasil Ekstrakurikuler. Tracer study dilaksanakan secara terintegrasi melalui aplikasi dengan dukungan satuan tugas di tingkat fakultas dan universitas untuk memantau keterserapan lulusan di dunia kerja. Melalui benchmarking ini, Sekolah Vokasi UT memperoleh gambaran komprehensif mengenai praktik baik pengelolaan pendidikan vokasi di Fakultas Vokasi UM, mulai dari kurikulum, pembelajaran berbasis industri, pengelolaan sumber daya manusia, hingga penjaminan mutu. Hasil kunjungan ini diharapkan dapat menjadi referensi strategis bagi UT dalam memperkuat penyelenggaraan pendidikan vokasi, khususnya dalam pengembangan program studi, sarana laboratorium, kemitraan industri, serta implementasi pembelajaran vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja di masa depan.
Sekolah Vokasi Universitas Terbuka Laksanakan Benchmarking ke Politeknik Negeri Malang

Bagikan Berita Malang, [4 Desember 2025] — Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) sebagai bagian dari upaya penguatan penyelenggaraan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA). Kegiatan ini berlangsung di Kota Malang dan diikuti oleh jajaran pimpinan serta tim pengelola Sekolah Vokasi UT. Benchmarking difokuskan pada pertukaran praktik baik terkait desain dan implementasi kurikulum vokasi, khususnya penerapan pembelajaran berbasis praktik dan proyek. POLINEMA memaparkan komposisi pembelajaran vokasi yang menekankan keseimbangan antara teori dan praktik, dengan porsi praktik lebih dari 50 persen, serta penerapan project based learning (PBL) yang terintegrasi dalam berbagai mata kuliah lintas semester. Dalam sesi diskusi, POLINEMA menjelaskan kebijakan pelaksanaan magang terstruktur dan wajib yang menjadi bagian dari kurikulum. Program magang dilaksanakan mulai semester menengah hingga akhir, dengan konversi Satuan Kredit Semester (SKS) sesuai ketentuan. Magang tidak hanya berfungsi sebagai sarana penguatan kompetensi mahasiswa, tetapi juga menjadi sumber studi kasus dan dasar penyusunan tugas akhir berbasis proyek yang relevan dengan kebutuhan mitra industri dan instansi. POLINEMA juga memaparkan pengelolaan tugas akhir mahasiswa vokasi yang berorientasi pada produk nyata, seperti penyusunan standar operasional prosedur (SOP), business plan, dan dokumen kebijakan yang dibutuhkan mitra. Pendekatan ini memperkuat keterkaitan antara proses pembelajaran, penelitian terapan dosen, dan pengabdian kepada masyarakat. Dari aspek penjaminan mutu, POLINEMA menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara konsisten melalui audit mutu internal, monitoring dan evaluasi pembelajaran, serta penerapan instrumen mutu yang seragam pada seluruh program studi. Penjaminan mutu dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memastikan kesesuaian penyelenggaraan pendidikan dengan standar nasional dan kebutuhan pemangku kepentingan. Selain itu, POLINEMA memiliki dukungan fasilitas pembelajaran praktik yang memadai, seperti laboratorium tematik dan unit pendukung pembelajaran pada bidang teknologi informasi, akuntansi, kearsipan, dan pariwisata. Pembelajaran praktikum terintegrasi dengan mata kuliah lainnya serta diperkuat melalui kerja sama dengan mitra industri dan instansi pemerintah. Melalui kegiatan benchmarking ini, Sekolah Vokasi Universitas Terbuka memperoleh berbagai referensi strategis dalam pengembangan kurikulum, pengelolaan magang, pembelajaran berbasis proyek, serta penguatan sistem penjaminan mutu pendidikan vokasi. Hasil benchmarking diharapkan dapat menjadi dasar peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan vokasi UT dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap kerja.
Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. Tegaskan Pentingnya Revitalisasi Pendidikan Vokasi untuk Menjawab Tantangan Masa Depan

Bagikan Berita Tangerang Selatan, [15 Desember 2025] — Pendidikan vokasi memegang peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing global. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. dalam Talkshow Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) bertajuk “Pendidikan Vokasi di Indonesia: Revitalisasi Pendidikan, Pelatihan, dan Orientasi Masa Depan Sekolah Vokasi” yang diselenggarakan di Kampus UT Pondok Cabe, Senin (15/12). Dalam paparannya, Prof. Ojat menekankan bahwa revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi merupakan amanat strategis nasional yang diperkuat melalui berbagai kebijakan pemerintah, termasuk Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi serta Peraturan Menko PMK Nomor 6 Tahun 2022 tentang Strategi Nasional Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi. Ia menjelaskan bahwa arah kebijakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesesuaian antara supply side pendidikan dan pelatihan vokasi dengan demand side pasar kerja, memperkuat peran dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA), serta membangun sistem koordinasi vokasi yang terintegrasi dari tingkat pusat hingga daerah. “Pendidikan vokasi harus berorientasi pada kebutuhan nyata dunia kerja, berbasis kompetensi, dan dilaksanakan melalui kolaborasi semua pemangku kepentingan. Tanpa itu, lulusan akan sulit bersaing di tengah dinamika pasar kerja global dan revolusi industri,” tegas Prof. Ojat. Lebih lanjut, Prof. Ojat memaparkan bahwa produktivitas tenaga kerja Indonesia masih menghadapi tantangan, meskipun menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Setiap tahun, jutaan angkatan kerja baru memasuki pasar kerja, termasuk lulusan pendidikan menengah dan tinggi yang memerlukan penguatan kompetensi agar dapat terserap secara optimal oleh industri. Pada kesempatan tersebut, Prof. Ojat juga menyoroti potensi strategis Sekolah Vokasi Universitas Terbuka melalui pemanfaatan teknologi digital dan penerapan konsep Multi-Entry Multi-Exit (MEME). Konsep ini memungkinkan peserta didik masuk dan keluar dari program pendidikan pada berbagai titik tanpa kehilangan capaian pembelajaran, serta mendukung prinsip pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning). “Model MEME sangat relevan bagi pekerja, masyarakat di daerah terpencil, maupun mereka yang ingin belajar sambil bekerja. Universitas Terbuka memiliki posisi yang sangat kuat untuk mengembangkan vokasi berbasis digital dengan skema ini,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa penerapan MEME perlu didukung dengan modularisasi kurikulum, pengakuan pembelajaran lampau (Recognition of Prior Learning), sistem penjaminan mutu yang konsisten, serta pengakuan industri terhadap sertifikat kompetensi bertahap. Melalui talkshow ini, Sekolah Vokasi Universitas Terbuka diharapkan dapat memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang inklusif, fleksibel, dan responsif terhadap kebutuhan pasar kerja, sekaligus berkontribusi nyata dalam mendukung agenda nasional revitalisasi pendidikan vokasi dan peningkatan kualitas SDM Indonesia.