Sekolah Vokasi Universitas Terbuka Lakukan Benchmarking ke Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang

Bagikan Berita Malang, 5 Desember 2025 — Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (UM) sebagai bagian dari upaya penguatan dan pengembangan pendidikan vokasi. Kegiatan yang berlangsung di Kota Malang ini diterima langsung oleh Dekan Fakultas Vokasi UM, Prof. Dr. Muladi, S.T., M.T., beserta jajaran pimpinan fakultas. Pertemuan diawali dengan paparan mengenai sejarah dan transformasi pendidikan vokasi di UM yang berawal dari program diploma hingga beralih sepenuhnya menjadi program sarjana terapan (S.Tr.) sejak 2022, dengan ragam program studi yang mencakup bidang sosial humaniora, sains, hingga bidang kreatif. Dalam forum diskusi, Fakultas Vokasi UM memaparkan pengelolaan akademik dan kelembagaan, termasuk rasio dosen dan mahasiswa, sistem pendanaan melalui Uang Kuliah Tunggal (UKT), serta peran strategis tenaga kependidikan yang terbagi dalam subkoordinator akademik, kemahasiswaan, umum, dan keuangan. Layanan administrasi akademik, registrasi mata kuliah, yudisium, hingga wisuda dikelola di tingkat fakultas, sementara pengelolaan laboratorium dilakukan melalui kepala dan koordinator laboratorium di masing-masing unit. Model ini dinilai mampu mendukung efektivitas pembelajaran praktik yang menjadi ciri utama pendidikan vokasi. Aspek pembelajaran berbasis praktik dan keterlibatan dunia industri menjadi perhatian utama dalam benchmarking ini. Fakultas Vokasi UM menerapkan skema magang setara 20 SKS yang dilaksanakan pada semester 5 dan 6 atau 6 dan 7, termasuk melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Mahasiswa dapat menyelesaikan magang sekaligus tugas akhir di industri, dengan dosen pembimbing yang juga berperan sebagai pembimbing magang. Setiap kerja sama dengan mitra industri dituangkan dalam perjanjian yang jelas, mencantumkan durasi dan daftar mahasiswa, sehingga memberikan kepastian bagi kedua belah pihak. Selain itu, UM secara aktif melibatkan dosen praktisi melalui program Praktisi Mengajar, baik dari alumni maupun dari kalangan industri, untuk memperkaya wawasan mahasiswa. Diskusi juga menyoroti pengembangan sumber daya manusia, khususnya dosen dan mahasiswa. Fakultas Vokasi UM mendorong peningkatan sertifikasi dosen yang diakui industri, penguatan kompetensi bahasa Inggris, serta regenerasi dosen untuk keberlanjutan institusi. Bagi mahasiswa, setiap program studi memiliki skema sertifikasi keahlian, sertifikasi bahasa Inggris sebagai syarat pengambilan ijazah, serta pencatatan aktivitas ekstrakurikuler melalui Kartu Hasil Ekstrakurikuler. Tracer study dilaksanakan secara terintegrasi melalui aplikasi dengan dukungan satuan tugas di tingkat fakultas dan universitas untuk memantau keterserapan lulusan di dunia kerja. Melalui benchmarking ini, Sekolah Vokasi UT memperoleh gambaran komprehensif mengenai praktik baik pengelolaan pendidikan vokasi di Fakultas Vokasi UM, mulai dari kurikulum, pembelajaran berbasis industri, pengelolaan sumber daya manusia, hingga penjaminan mutu. Hasil kunjungan ini diharapkan dapat menjadi referensi strategis bagi UT dalam memperkuat penyelenggaraan pendidikan vokasi, khususnya dalam pengembangan program studi, sarana laboratorium, kemitraan industri, serta implementasi pembelajaran vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja di masa depan.
Sekolah Vokasi Universitas Terbuka Laksanakan Benchmarking ke Politeknik Negeri Malang

Bagikan Berita Malang, [4 Desember 2025] — Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) sebagai bagian dari upaya penguatan penyelenggaraan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA). Kegiatan ini berlangsung di Kota Malang dan diikuti oleh jajaran pimpinan serta tim pengelola Sekolah Vokasi UT. Benchmarking difokuskan pada pertukaran praktik baik terkait desain dan implementasi kurikulum vokasi, khususnya penerapan pembelajaran berbasis praktik dan proyek. POLINEMA memaparkan komposisi pembelajaran vokasi yang menekankan keseimbangan antara teori dan praktik, dengan porsi praktik lebih dari 50 persen, serta penerapan project based learning (PBL) yang terintegrasi dalam berbagai mata kuliah lintas semester. Dalam sesi diskusi, POLINEMA menjelaskan kebijakan pelaksanaan magang terstruktur dan wajib yang menjadi bagian dari kurikulum. Program magang dilaksanakan mulai semester menengah hingga akhir, dengan konversi Satuan Kredit Semester (SKS) sesuai ketentuan. Magang tidak hanya berfungsi sebagai sarana penguatan kompetensi mahasiswa, tetapi juga menjadi sumber studi kasus dan dasar penyusunan tugas akhir berbasis proyek yang relevan dengan kebutuhan mitra industri dan instansi. POLINEMA juga memaparkan pengelolaan tugas akhir mahasiswa vokasi yang berorientasi pada produk nyata, seperti penyusunan standar operasional prosedur (SOP), business plan, dan dokumen kebijakan yang dibutuhkan mitra. Pendekatan ini memperkuat keterkaitan antara proses pembelajaran, penelitian terapan dosen, dan pengabdian kepada masyarakat. Dari aspek penjaminan mutu, POLINEMA menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara konsisten melalui audit mutu internal, monitoring dan evaluasi pembelajaran, serta penerapan instrumen mutu yang seragam pada seluruh program studi. Penjaminan mutu dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memastikan kesesuaian penyelenggaraan pendidikan dengan standar nasional dan kebutuhan pemangku kepentingan. Selain itu, POLINEMA memiliki dukungan fasilitas pembelajaran praktik yang memadai, seperti laboratorium tematik dan unit pendukung pembelajaran pada bidang teknologi informasi, akuntansi, kearsipan, dan pariwisata. Pembelajaran praktikum terintegrasi dengan mata kuliah lainnya serta diperkuat melalui kerja sama dengan mitra industri dan instansi pemerintah. Melalui kegiatan benchmarking ini, Sekolah Vokasi Universitas Terbuka memperoleh berbagai referensi strategis dalam pengembangan kurikulum, pengelolaan magang, pembelajaran berbasis proyek, serta penguatan sistem penjaminan mutu pendidikan vokasi. Hasil benchmarking diharapkan dapat menjadi dasar peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan vokasi UT dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap kerja.
Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. Tegaskan Pentingnya Revitalisasi Pendidikan Vokasi untuk Menjawab Tantangan Masa Depan

Bagikan Berita Tangerang Selatan, [15 Desember 2025] — Pendidikan vokasi memegang peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing global. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. dalam Talkshow Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) bertajuk “Pendidikan Vokasi di Indonesia: Revitalisasi Pendidikan, Pelatihan, dan Orientasi Masa Depan Sekolah Vokasi” yang diselenggarakan di Kampus UT Pondok Cabe, Senin (15/12). Dalam paparannya, Prof. Ojat menekankan bahwa revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi merupakan amanat strategis nasional yang diperkuat melalui berbagai kebijakan pemerintah, termasuk Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi serta Peraturan Menko PMK Nomor 6 Tahun 2022 tentang Strategi Nasional Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi. Ia menjelaskan bahwa arah kebijakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesesuaian antara supply side pendidikan dan pelatihan vokasi dengan demand side pasar kerja, memperkuat peran dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA), serta membangun sistem koordinasi vokasi yang terintegrasi dari tingkat pusat hingga daerah. “Pendidikan vokasi harus berorientasi pada kebutuhan nyata dunia kerja, berbasis kompetensi, dan dilaksanakan melalui kolaborasi semua pemangku kepentingan. Tanpa itu, lulusan akan sulit bersaing di tengah dinamika pasar kerja global dan revolusi industri,” tegas Prof. Ojat. Lebih lanjut, Prof. Ojat memaparkan bahwa produktivitas tenaga kerja Indonesia masih menghadapi tantangan, meskipun menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Setiap tahun, jutaan angkatan kerja baru memasuki pasar kerja, termasuk lulusan pendidikan menengah dan tinggi yang memerlukan penguatan kompetensi agar dapat terserap secara optimal oleh industri. Pada kesempatan tersebut, Prof. Ojat juga menyoroti potensi strategis Sekolah Vokasi Universitas Terbuka melalui pemanfaatan teknologi digital dan penerapan konsep Multi-Entry Multi-Exit (MEME). Konsep ini memungkinkan peserta didik masuk dan keluar dari program pendidikan pada berbagai titik tanpa kehilangan capaian pembelajaran, serta mendukung prinsip pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning). “Model MEME sangat relevan bagi pekerja, masyarakat di daerah terpencil, maupun mereka yang ingin belajar sambil bekerja. Universitas Terbuka memiliki posisi yang sangat kuat untuk mengembangkan vokasi berbasis digital dengan skema ini,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa penerapan MEME perlu didukung dengan modularisasi kurikulum, pengakuan pembelajaran lampau (Recognition of Prior Learning), sistem penjaminan mutu yang konsisten, serta pengakuan industri terhadap sertifikat kompetensi bertahap. Melalui talkshow ini, Sekolah Vokasi Universitas Terbuka diharapkan dapat memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang inklusif, fleksibel, dan responsif terhadap kebutuhan pasar kerja, sekaligus berkontribusi nyata dalam mendukung agenda nasional revitalisasi pendidikan vokasi dan peningkatan kualitas SDM Indonesia.
Sekolah Vokasi Universitas Terbuka Lakukan Benchmarking ke Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya

Bagikan Berita Malang [4 Desember 2025] – Tim Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) melakukan kunjungan benchmarking ke Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) sebagai bagian dari upaya memperkuat pengembangan kurikulum, kemitraan industri, dan pengelolaan pendidikan vokasi. Kunjungan ini disambut langsung oleh pimpinan Fakultas Vokasi UB, termasuk Dekan Mukhammad Kholid Mawardi, S.Sos., M.A.B., Ph.D dan Wakil Dekan, yang memberikan pemaparan komprehensif mengenai penyelenggaraan pendidikan vokasi di UB. Dekan Fakultas Vokasi UB membuka pertemuan dengan menjelaskan profil fakultas serta memperkenalkan model penyelenggaraan vokasi di UB dan berbagai sekolah vokasi di Indonesia. Fakultas Vokasi UB memiliki beberapa program studi jenjang D3 dan D4 dengan orientasi kuat pada kebutuhan dunia industri. Salah satu poin penting yang dipelajari UT adalah implementasi magang dua semester di program D4, yaitu pada semester 6 dan 7. Program magang dilaksanakan berdasarkan kerja sama resmi (PKS) antara prodi dan industri. Sementara itu, untuk jenjang D3, magang dilakukan pada semester 3 dan semester 5, disertai tugas akhir berbasis pengalaman magang. Selama magang, mahasiswa tidak mengikuti perkuliahan di kampus, namun industri tetap diberikan muatan mata kuliah tertentu sebagai bagian dari penilaian. Monitoring dan evaluasi dilakukan bersama oleh dosen dan pihak industri. UB juga menargetkan pembentukan Dewan Penasehat Industri untuk memperkuat link and match. Fakultas Vokasi UB menerapkan komposisi pembelajaran 40% teori dan 60% praktik. Kurikulum selalu diperbarui secara berkala melalui penyesuaian Rencana Pembelajaran Semester (RPS) serta melibatkan praktisi industri sebagai pengajar di laboratorium. UB bahkan mendorong program dosen magang di industri untuk memastikan materi ajar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.UB juga menyampaikan bahwa kurikulum D3 direncanakan ditutup secara bertahap dan seluruhnya akan beralih ke jenjang D4. Evaluasi kemitraan dilakukan secara rutin melalui mekanisme magang mahasiswa, serta tindak lanjut bagi industri yang belum menjalin kerja sama formal. UB menekankan bahwa seluruh mitra industri harus berstatus MoU dan berada di bawah asosiasi relevan. Tracer study dilakukan setiap tiga bulan oleh fakultas, menggunakan instrumen dari kementerian yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan UB. Fakultas Vokasi UB memiliki sekitar 40 tenaga kependidikan, termasuk operator akademik di setiap program studi serta petugas registrasi hingga bagian kelulusan. Dari sisi mutu, fakultas berada di bawah koordinasi Lembaga Penjaminan Mutu UB dan menjalankan audit internal setiap tahun.Melalui kunjungan ini, Sekolah Vokasi UT memperoleh gambaran nyata mengenai bagaimana Fakultas Vokasi UB mengelola pendidikan vokasi secara adaptif dan kolaboratif dengan industri. Praktik baik seperti magang dua semester, pembaruan kurikulum berbasis RPS, dan integrasi industri dalam pembelajaran menjadi referensi strategis bagi pengembangan program vokasi UT ke depan.
SV-UT Lakukan Benchmarking ke Politeknik Ubaya untuk Penguatan Implementasi Pendidikan Vokasi

Bagikan Berita Surabaya [1 Desember 2025] — Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (SV-UT) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Politeknik Universitas Surabaya (Politeknik Ubaya) sebagai bagian dari agenda penguatan penyelenggaraan program vokasi dan penyiapan implementasi kurikulum berbasis praktik industri. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan SV-UT dan diterima oleh Direktur Politeknik Ubaya, Ibu Agung Sriwardhani, M.A. Kegiatan yang berlangsung di kampus Poltek Ubaya ini bertujuan untuk mempelajari praktik terbaik dalam pengelolaan program vokasi, khususnya terkait magang, penyusunan tugas akhir, sertifikasi kompetensi, serta kolaborasi dengan dunia industri. Dalam sesi diskusi, Politeknik Ubaya memaparkan sejarah dan profil lembaganya. Berdiri sejak tahun 1977, Poltek Ubaya merupakan salah satu institusi vokasi senior di Jawa Timur dengan pengalaman panjang dalam menghasilkan lulusan siap kerja. Saat ini Politeknik Ubaya memiliki lima program studi, yaitu: Akuntansi Manajemen Pemasaran Administrasi Perkantoran English for Business & Public Relations Perpajakan Dengan pengalaman panjang tersebut, Poltek Ubaya telah membangun sistem pembelajaran yang menekankan keseimbangan antara teori dan praktik, serta pemenuhan kebutuhan dunia industri. Poltek Ubaya menerapkan model pembelajaran 50% tatap muka dan 50% online (semi-offline) sebagai strategi fleksibilitas untuk mahasiswa, terutama yang bekerja. Beberapa keunggulan model pembelajaran yang dipaparkan antara lain: 1.Magang Terstruktur Multi-Semester Semester 5: pra-magang (pagi magang, malam kuliah). Semester 6: magang penuh selama 6 bulan sesuai jam kerja industri. Semester 7: penyusunan tugas akhir berdasarkan kasus nyata di tempat magang. Praktik ini terbukti memperkuat kesiapan kerja mahasiswa dan memungkinkan mereka belajar melalui pengalaman langsung. 2. Kolaborasi dengan Dunia Usaha dan Industri (DUDI) Poltek Ubaya memiliki jejaring luas dengan perusahaan, konsultan pajak, kantor dinas, hingga perusahaan besar. Banyak mahasiswa memperoleh tempat magang dari senior mereka, yang kemudian diverifikasi oleh kampus. Beberapa perusahaan bahkan membiayai mahasiswa selama magang sebagai bagian dari kerja sama. 3. Sertifikasi Kompetensi Wajib Sebelum masuk tahap tugas akhir, mahasiswa diwajibkan memiliki empat sertifikasi, yaitu: Bahasa Mandarin (melalui Ubaya Language Center) Bahasa Inggris Teknologi Informasi (dengan mitra Microsoft – DAT) Sertifikasi keahlian sesuai program studi (misalnya: Brevet A & B untuk perpajakan) Kebijakan ini memastikan lulusan memiliki kompetensi tambahan yang diakui industri. Setiap program studi di Poltek Ubaya menekankan pembelajaran berbasis praktik (experiential learning). Contohnya: Perpajakan: mahasiswa membawa tax case nyata ke tugas akhir pada semester 6. Administrasi Perkantoran: tugas akhir berupa proyek atau karya terapan yang berasal dari permasalahan tempat magang, seperti pengelolaan dokumen kearsipan. Akuntansi Bisnis Digital: mahasiswa mengerjakan studi kasus dari UKM atau perusahaan mitra, termasuk kerja sama dengan brand seperti Shinzui. Platform digital yang digunakan pun relevan dengan kebutuhan industri, seperti Microsoft Excel, Access, dan Lab Siklus Akuntansi dengan dataset yang dikembangkan sendiri. Kunjungan ini memberikan wawasan penting bagi Sekolah Vokasi UT dalam mempersiapkan program studi vokasi, terutama dalam hal: penyusunan alur magang multi-semester, pemanfaatan sistem pembelajaran hybrid, penyusunan tugas akhir berbasis kasus industri, penetapan sertifikasi kompetensi prasyarat kelulusan, dan penguatan kolaborasi dengan industri. SV-UT berharap praktik baik dari Poltek Ubaya dapat diadaptasi dalam pengembangan kurikulum 10 program studi vokasi yang akan diluncurkan. Sekolah Vokasi Universitas Terbuka menyampaikan apresiasi kepada Politeknik Ubaya atas keterbukaan, berbagi praktik terbaik, serta sambutan hangat selama kegiatan berlangsung. Kegiatan benchmarking ini menjadi langkah strategis bagi UT untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan vokasi yang relevan, adaptif, dan memenuhi kebutuhan dunia kerja.
Sekolah Vokasi Universitas Terbuka Lakukan Benchmarking ke Fakultas Vokasi Universitas Airlangga

Bagikan Berita Surabaya [1 Desember 2025] — Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) sebagai bagian dari persiapan pembukaan 10 program studi vokasi baru di UT. Kunjungan ini berlangsung pada Senin, 1 Desember 2025, dengan rangkaian diskusi intensif mengenai penyelenggaraan pendidikan vokasi, model pembelajaran, kurikulum, dan praktik industri. Pertemuan dimulai pukul 09.15 WIB dan dipimpin oleh Dekan Fakultas Vokasi Unair, Prof. Dian Yulie Reindrawati, S.Sos., MM, PhD.. Dalam sambutannya, Direktur Sekolah Vokasi UT menyampaikan rencana pengembangan program vokasi UT, antara lain Manajemen Logistik, Teknologi Informasi, Akuntansi Bisnis Digital, Pariwisata dan Perhotelan, serta bidang lainnya yang kini tengah dirancang sesuai kebutuhan industri. Model Pembelajaran dan Kurikulum di Vokasi Unair Dalam diskusi, Fakultas Vokasi Unair menjelaskan bahwa kurikulum vokasi dirancang dengan penekanan kuat pada pengalaman praktis. Untuk program Akuntansi Bisnis Digital, misalnya, jenjang D3 telah berhenti menerima mahasiswa dan dialihkan menuju D4, sejalan dengan kebijakan penguatan kompetensi terapan. Kaprodi Teknologi Informasi Vokasi Unair menekankan bahwa model pembelajaran ideal untuk vokasi adalah kombinasi teori dan praktikum, di mana pembelajaran daring hanya efektif pada tahap awal, sebelum mahasiswa terjun ke laboratorium dan kegiatan praktik langsung. Unair menerapkan pola pembelajaran yang terstruktur: Semester 1: fokus pada teori dasar Semester 2: praktik langsung bersama praktisi dan kunjungan lapangan, termasuk ke instansi seperti Bea Cukai dan Peradilan Pajak Semester 5–6: kesempatan magang terstruktur, termasuk opsi magang mandiri sebesar 20 SKS Fakultas Vokasi Unair juga dikenal karena tingginya proporsi dosen praktisi, yang memberikan pengalaman lebih aplikatif bagi mahasiswa. Program Unggulan dan Kolaborasi Internasional Fakultas Vokasi Unair turut memaparkan pengembangan program dual degree dengan Taiwan untuk program Sistem Informasi Akuntansi (SIA), memadukan pembelajaran akuntansi digital dan teknologi informasi. Selain itu, untuk program Perhotelan, Unair menerapkan benchmarking berbasis Service Excellence, dengan skema magang wajib di hotel berbintang lima. Mahasiswa juga aktif menginisiasi kegiatan seperti “Ragam Kuliner Nusantara” sebagai bentuk implementasi pembelajaran event management. Manfaat Kunjungan bagi Pengembangan Vokasi UT Diskusi dan studi banding ini memberikan wawasan penting bagi Sekolah Vokasi UT terkait: perancangan kurikulum vokasi berbasis praktik industri, desain pengalaman belajar yang relevan, penguatan jejaring dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), pengembangan program digital seperti Akuntansi Bisnis Digital dan TI, strategi penyusunan laboratorium praktikum untuk menopang pembelajaran hybrid. Kunjungan ini menjadi langkah strategis UT dalam mematangkan pembukaan program studi vokasi, sekaligus memperkuat peran UT dalam menyediakan pendidikan terapan yang fleksibel, berkualitas, dan sesuai kebutuhan dunia kerja.
Sinergi Pendidikan dan Industri: Universitas Terbuka Bertemu PT Percetakan Gramedia Cikarang dalam Kegiatan Benchmarking Strategis

Bagikan Berita Bekasi [28 November 2025], Universitas Terbuka (UT) melalui Sekolah Vokasi UT (SV-UT) melaksanakan kegiatan benchmarking yang berfokus pada penguatan hubungan antara dunia pendidikan vokasi dan dunia usaha/industri (DUDIKA). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kurikulum yang lebih relevan dan adaptif terhadap kebutuhan industri, sekaligus memberikan gambaran nyata bagi para mahasiswa mengenai kompetensi dan teknologi terkini yang berlaku di dunia kerja. Pada kegiatan benchmarking ini, tim Universitas Terbuka yang dipimpin oleh Dr. Mohamad Yunus, M.A., selaku Direktur Sekolah Vokasi UT, berkesempatan untuk mempelajari lebih dalam tentang praktik industri di PT Percetakan Gramedia Cikarang. Selain itu, mereka diajak untuk melihat secara langsung bagaimana proses produksi di perusahaan ini berlangsung, dari tahap awal hingga penyelesaian akhir. Pihak PT Percetakan Gramedia Cikarang juga menyambut baik kedatangan tim Universitas Terbuka yang dipimpin oleh Dr. Mohamad Yunus. Sambutan hangat diberikan oleh Benediktus Yudi Setiawan, selaku General Manager PT Percetakan Gramedia Cikarang, yang memaparkan visi dan misi perusahaan dalam menghadapi tantangan global serta peran penting kolaborasi dengan institusi pendidikan dalam menyiapkan generasi yang siap bekerja. Kegiatan benchmarking ini bertempat di PT Percetakan Gramedia Cikarang, yang merupakan salah satu pemimpin industri percetakan di Indonesia. Dengan latar belakang ini, UT berharap dapat membawa perubahan positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi yang lebih siap menghadapi tantangan global. Kolaborasi yang Diharapkan: Dalam upaya mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan industri, UT bersama PT Percetakan Gramedia Cikarang berharap dapat membuka peluang magang bagi mahasiswa vokasi. Kolaborasi juga akan mencakup penelitian terapan yang relevan dengan kebutuhan industri percetakan serta pengembangan kurikulum berbasis teknologi terkini. Kegiatan benchmarking ini juga menjadi fondasi untuk membangun ekosistem pendidikan vokasi yang lebih adaptif dan berkelanjutan. PT Percetakan Gramedia Cikarang dikenal dengan reputasinya yang tinggi dalam menghasilkan produk cetak berkualitas terbaik. Berbekal mesin cetak modern dan teknologi terkini, perusahaan ini mampu menghasilkan produk dengan ketajaman warna yang tajam dan detail yang presisi, memberikan hasil cetakan yang luar biasa. Selain itu, PT Percetakan Gramedia menawarkan layanan terpadu yang mencakup setiap tahapan produksi, mulai dari prepress, proses cetak, hingga finishing, dengan perhatian khusus pada kualitas dan ketepatan waktu. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, UT memandang bahwa keberadaan PT Percetakan Gramedia Cikarang sebagai salah satu mitra industri sangat penting dalam membangun keterhubungan (link and match) antara pendidikan vokasi dan dunia usaha serta dunia industri. Melalui kerja sama ini, UT berharap dapat membuka peluang kolaborasi dalam bentuk magang, pelatihan, maupun penelitian terapan yang berorientasi pada kebutuhan nyata industri percetakan.
Industry-Ready Graduates: Kolaborasi Universitas Terbuka dan PT Aisan Nasmoco untuk Siapkan Mahasiswa Menghadapi Dunia Kerja

Bagikan Berita Bekasi [28 November 2025], Universitas Terbuka (UT) melalui Sekolah Vokasi UT (SV-UT) mengadakan kegiatan benchmarking dengan tujuan memperkuat hubungan antara dunia pendidikan vokasi dan industri otomotif. Kegiatan ini berlangsung di PT Aisan Nasmoco Industri, salah satu perusahaan otomotif terkemuka di Indonesia, yang berlokasi di Kawasan Industri EJIP Cikarang, Bekasi. Kegiatan dimulai dengan sambutan dan perkenalan dari tim UT yaitu Dr. Mohamad Yunus, M.A. selaku Direktur Sekolah Vokasi UT. Kemudian sambutan dari tuan rumah yang diwakilkan oleh Dwi Setyoko H. selaku General Manager PT Aisan Nasmoco Industri Selama kegiatan benchmarking, tim Universitas Terbuka mendapatkan wawasan langsung mengenai teknologi dan sistem manajemen produksi yang diterapkan di PT Aisan Nasmoco Industri. Selain itu juga, tim UT diajak untuk melihat secara langsung proses produksi di pabrik, yang menunjukkan bagaimana teknologi terbaru diimplementasikan dalam produksi komponen otomotif yang berkualitas tinggi. Beberapa keunggulan yang ditemukan di PT Aisan Nasmoco Industri antara lain adalah penggunaan teknologi produksi terkini, yang memastikan kualitas tinggi dan efisiensi dalam setiap proses produksi. Perusahaan ini juga menerapkan sistem manajemen produksi yang canggih, yang sangat terorganisir dan berbasis data untuk mengoptimalkan proses serta memastikan kualitas produk tetap terjaga. Selain itu, budaya kerja yang adaptif di PT Aisan Nasmoco Industri mendukung kolaborasi tim dan meningkatkan kemampuan perusahaan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi dan dinamika pasar yang terus berkembang. Kegiatan benchmarking ini membuka banyak peluang kolaborasi antara Universitas Terbuka dan PT Aisan Nasmoco Industri, terutama dalam hal program magang yang dapat memberikan mahasiswa pengalaman langsung di industri otomotif. Kolaborasi lebih lanjut dalam bentuk pelatihan dan penelitian terapan juga sangat memungkinkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi yang lebih relevan dengan kebutuhan industri. Melalui kerja sama ini, UT berharap dapat mengembangkan kurikulum berbasis kebutuhan industri yang dapat membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis dan teknologi terbaru, serta meningkatkan kesiapan lulusan untuk bersaing di pasar global.
Universitas Terbuka Gelar Wisuda Wilayah III Sekolah Vokasi: Lahirkan Lulusan Siap Kerja

Bagikan Berita Tangerang Selatan, [25 November 2025] – Universitas Terbuka (UT) mencatat tonggak sejarah baru dengan menyelenggarakan Wisuda Wilayah II Sekolah Vokasi sebagai upaya menjawab kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA). Wisuda ini menandai lahirnya generasi profesional yang siap terjun ke dunia kerja dengan kompetensi unggul. Sekolah Vokasi UT dirancang untuk menghasilkan lulusan yang praktis, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan industri. Kurikulum yang diterapkan mengusung konsep aplikatif dan berbasis kompetensi, dengan komposisi: Tutorial praktik selama 4 semester Magang atau praktik kerja selama 1 semester Tugas akhir selama 1 semester Dengan sistem pembelajaran fleksibel dan berbasis jarak jauh, mahasiswa dapat mengikuti pendidikan berkualitas dari seluruh penjuru Indonesia. Tak sedikit mahasiswa dari wilayah timur Indonesia—seperti Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan Papua—yang turut merasakan manfaatnya. Mereka mampu menempuh pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan daerah asal, sehingga tetap dapat berkontribusi pada lingkungan sosial dan ekonomi setempat. Menurut salah satu perwakilan wisudawan dari Papua, kesempatan belajar di UT membuka ruang bagi mahasiswa di wilayah timur untuk memperoleh pendidikan vokasi yang aplikatif meskipun terkendala jarak dan akses infrastruktur. “UT memberi kami kesempatan yang sama. Saya bisa belajar sambil tetap bekerja dan membantu keluarga, tapi tetap mendapatkan keterampilan yang dibutuhkan industri,” ujarnya. Dampak Pendidikan Tinggi terhadap Kualitas SDM di Kawasan Timur Indonesia Akses pendidikan tinggi, khususnya yang fleksibel seperti UT, membawa dampak signifikan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah timur Indonesia: Mendorong pemerataan akses pendidikan – Pembelajaran jarak jauh mengatasi tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur. Meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal – Lulusan dapat langsung diterapkan di sektor industri daerah, seperti pariwisata, logistik, pertanian, dan teknologi. Mengurangi urbanisasi tenaga muda – Mahasiswa tidak harus pindah ke Jawa atau Bali untuk kuliah, sehingga potensi SDM tetap berada di daerah. Menguatkan literasi digital dan keterampilan teknis – Keterampilan ini menjadi kunci untuk mendorong transformasi ekonomi di kawasan timur. Membangun agen perubahan lokal – Lulusan vokasi menjadi motor penggerak inovasi, wirausaha baru, dan tenaga profesional di daerah 3T. Ke depan, Sekolah Vokasi UT akan memperluas program studi dengan membuka tiga prodi unggulan mulai tahun depan: D3/D4 Teknologi Informasi D4 Akuntansi Bisnis Digital D4 Manajemen Logistik Rektor Universitas Terbuka menegaskan, “Wisuda ini bukan hanya seremoni, tetapi bukti nyata komitmen UT dalam mencetak tenaga profesional yang siap bersaing di era digital dan mendukung pengembangan SDM Indonesia, termasuk di wilayah timur yang menjadi prioritas pembangunan nasional.”
Sekolah Vokasi Universitas Terbuka Lakukan Benchmarking ke Politeknik Negeri Batam: “Transformasi Edukasi dengan Kurikulum Adaptif: Belajar yang relevan di era Gen Z.”

Bagikan Berita Batam,13 November 2025- Di era kekinian yang mulai didominasi oleh generasi Z, pendidikan vokasi dituntut untuk lebih adaptif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi serta dinamika industri. Oleh karena itu, penguatan kurikulum pendidikan tinggi vokasi menjadi langkah strategis untuk memastikan lulusan tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap bersaing di dunia kerja yang terus berubah. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (SV UT) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Politeknik Negeri Batam. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya wawasan, mengadopsi praktik baik, dalam rangka mengembangkan sistem pembelajaran yang sesuai dengan karakter Gen Z serta kebutuhan industri masa kini. Disambut hangat oleh jajaran pimpinan Politeknik Negeri Batam, yang dipimpin oleh Evaliata Br. Sembiring, S.Kom, M.Cs. selaku Kepala Pusat Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (P4M) didampingi oleh Irsutami, S.E,M.Acc,Ak. (Kepala Jurusan Manajemen Bisnis), Fandy Bestario Harlan, S.T., M.MT. (Kepala Prodi Dosen Bisnis), Dian Mulyaningtyas, S.Si., M.T. (Kepala Program Studi LPI), dan Reska Daniraty, A.Md (Pokja Humas dan Kerja Sama), menerima tim dari Sekolah Vokasi Universitas Terbuka dipimpin langsung Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A. selaku Direktur bersama Dr. Joko Rizkie Widokarti, S.E., M.M. (Wakil Direktur II Bidang Nonakademik), Dewi Elfriwaty Br Simamora, S.S.T.Ars. (Kasubag Akademik dan Kemahasiswaan), Ramdhan Kurniawan, S.ST.Par., M.M (Prodi Diploma Pariwisata), Fikri Hizryan, S.E., M.Sc. (Prodi Diploma Manajemen Logistik) dan Taufiq Ardiansyah, S.IP (tendik). Dalam kunjungan ini, Sekolah Vokasi UT memfokuskan perhatian pada penguatan kurikulum adaptif, penerapan Project-Based Learning, kemitraan dengan industri, dan pengembangan sistem pembelajaran, serta manajemen tata kelola jurusan/program studi yang efektif. Salah satu hal yang penting yang dilakukan oleh Politeknik Negeri Batam (Polibatam) dalam membangun kemitraan adalah dengan memiliki Industrial Advisory Board (IAB), yang berperan sebagai mitra industri dalam memberikan masukan dan saran bagi pengembangan pendidikan politeknik. IAB ini sering terlibat dalam acara-acara kampus, seperti dalam PBL EXPO dan Dies Natalis, di mana mereka dapat memberikan penilaian terhadap mitra industri terbaik dan berpartisipasi dalam Focus Group Discussion (FGD). Fokus lainnya adalah terkait Model Pengajaran Berbasis PBL (Project-Based Learning) dilaksanakan selama 14 minggu dalam satu semester, di luar UTS dan UAS. Pada minggu pertama hingga UTS, pembelajaran difokuskan pada teori untuk mata kuliah yang memiliki bobot SKS teori, sedangkan setelah UTS dimulai proyek bersama untuk mata kuliah yang berada dalam semester atau blok yang sama. Dalam pelaksanaannya, dosen memiliki dua peran utama, yaitu sebagai Manajer Proyek (Manpro) yang merancang dan mengintegrasikan proyek antar mata kuliah, serta sebagai Dosen Pengajar yang bertanggung jawab terhadap capaian pembelajaran masing-masing mata kuliah. Sebelum semester berjalan, Kaprodi mengadakan rapat untuk menentukan jumlah proyek, mata kuliah yang terlibat, penunjukan dosen manpro, dosen pengajar, dan format pembelajaran. Pada akhir semester, hasil proyek mahasiswa dipresentasikan kepada pihak industri sebagai bentuk validasi dan relevansi terhadap kebutuhan dunia kerja. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan untuk saling meningkatkan kerja sama lebih lanjut melalui pemberian dukungan dan pelatihan bagi dosen dan tenaga pendidik di masa mendatang, sebagai langkah nyata menuju pendidikan vokasi yang adaptif dan berdaya saing.