Bagikan Berita

Malang [4 Desember 2025] – Tim Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) melakukan kunjungan benchmarking ke Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) sebagai bagian dari upaya memperkuat pengembangan kurikulum, kemitraan industri, dan pengelolaan pendidikan vokasi. Kunjungan ini disambut langsung oleh pimpinan Fakultas Vokasi UB, termasuk Dekan Mukhammad Kholid Mawardi, S.Sos., M.A.B., Ph.D dan Wakil Dekan, yang memberikan pemaparan komprehensif mengenai penyelenggaraan pendidikan vokasi di UB.

Dekan Fakultas Vokasi UB membuka pertemuan dengan menjelaskan profil fakultas serta memperkenalkan model penyelenggaraan vokasi di UB dan berbagai sekolah vokasi di Indonesia. Fakultas Vokasi UB memiliki beberapa program studi jenjang D3 dan D4 dengan orientasi kuat pada kebutuhan dunia industri. Salah satu poin penting yang dipelajari UT adalah implementasi magang dua semester di program D4, yaitu pada semester 6 dan 7. Program magang dilaksanakan berdasarkan kerja sama resmi (PKS) antara prodi dan industri. Sementara itu, untuk jenjang D3, magang dilakukan pada semester 3 dan semester 5, disertai tugas akhir berbasis pengalaman magang. Selama magang, mahasiswa tidak mengikuti perkuliahan di kampus, namun industri tetap diberikan muatan mata kuliah tertentu sebagai bagian dari penilaian. Monitoring dan evaluasi dilakukan bersama oleh dosen dan pihak industri. UB juga menargetkan pembentukan Dewan Penasehat Industri untuk memperkuat link and match. 

Fakultas Vokasi UB menerapkan komposisi pembelajaran 40% teori dan 60% praktik. Kurikulum selalu diperbarui secara berkala melalui penyesuaian Rencana Pembelajaran Semester (RPS) serta melibatkan praktisi industri sebagai pengajar di laboratorium. UB bahkan mendorong program dosen magang di industri untuk memastikan materi ajar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.UB juga menyampaikan bahwa kurikulum D3 direncanakan ditutup secara bertahap dan seluruhnya akan beralih ke jenjang D4.

Evaluasi kemitraan dilakukan secara rutin melalui mekanisme magang mahasiswa, serta tindak lanjut bagi industri yang belum menjalin kerja sama formal. UB menekankan bahwa seluruh mitra industri harus berstatus MoU dan berada di bawah asosiasi relevan. Tracer study dilakukan setiap tiga bulan oleh fakultas, menggunakan instrumen dari kementerian yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan UB.

Fakultas Vokasi UB memiliki sekitar 40 tenaga kependidikan, termasuk operator akademik di setiap program studi serta petugas registrasi hingga bagian kelulusan. Dari sisi mutu, fakultas berada di bawah koordinasi Lembaga Penjaminan Mutu UB dan menjalankan audit internal setiap tahun.Melalui kunjungan ini, Sekolah Vokasi UT memperoleh gambaran nyata mengenai bagaimana Fakultas Vokasi UB mengelola pendidikan vokasi secara adaptif dan kolaboratif dengan industri. Praktik baik seperti magang dua semester, pembaruan kurikulum berbasis RPS, dan integrasi industri dalam pembelajaran menjadi referensi strategis bagi pengembangan program vokasi UT ke depan.