The International E-Lecturing: Pendidikan Vokasi Masa Depan

Bagikan Berita Tangerang Selatan, 20 Mei 2026 – Sekolah Vokasi Universitas Terbuka kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berkualitas dan berdaya saing global melalui penyelenggaraan kegiatan The International E-Lecturing bertajuk “Future-Ready Vocational Education: Innovation, Sustainability, and Applied Industry Practices”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan menghadirkan akademisi internasional serta praktisi pendidikan vokasi sebagai narasumber. Webinar internasional ini menghadirkan Professor Fevzi Okumus dari University of South Carolina serta Dr. Diaz Pranita dari Sekolah Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia. Keduanya membahas transformasi pendidikan vokasi agar mampu menjawab tantangan global di era digital, keberlanjutan, serta perkembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Dalam pemaparannya, Professor Fevzi Okumus menjelaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran penting sebagai penggerak pembangunan ekonomi, peningkatan daya saing, pengembangan tenaga kerja, serta mendukung mobilitas sosial masyarakat. Ia juga menyoroti berbagai perubahan global yang memengaruhi dunia pendidikan dan industri, seperti AI dan otomatisasi, transformasi digital, ekonomi hijau, hingga kebutuhan pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning). Selain itu, beliau memaparkan berbagai inovasi yang mulai diterapkan dalam pendidikan vokasi, seperti penggunaan AI-powered learning, simulasi berbasis VR/AR, smart factory, digital twins, hingga gamifikasi pembelajaran. Menurutnya, lulusan pendidikan vokasi di masa depan harus memiliki kemampuan teknologi, analisis data, kreativitas, kemampuan interpersonal, serta kesiapan menghadapi perubahan industri yang sangat cepat. Khusus pada sektor hospitality dan pariwisata, Professor Fevzi Okumus menekankan pentingnya penguasaan keterampilan masa depan seperti smart operations, pelayanan berbasis AI, revenue analytics, sustainable tourism, dan inovasi kuliner. Ia juga menyampaikan bahwa pendidikan vokasi harus menjadi lebih fleksibel, berbasis industri, dan terintegrasi dengan kebutuhan dunia kerja global. Sementara itu, Dr. Diaz Pranita memaparkan materi mengenai pentingnya transformasi pendidikan vokasi menuju sistem yang lebih adaptif, inovatif, dan berkelanjutan. Dalam presentasinya, ia menjelaskan bahwa dunia kerja saat ini menghadapi tekanan besar akibat transformasi digital, perubahan iklim, disrupsi teknologi, serta tuntutan kompetensi global. Dr. Diaz juga menjelaskan beberapa pilar utama pendidikan vokasi masa depan, yaitu inovasi, integrasi AI dan teknologi digital, keberlanjutan (sustainability), serta praktik industri terapan (applied industry practices). Menurutnya, pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan digital, berorientasi pada keberlanjutan, inovatif, dan siap bersaing secara global. Berbagai strategi pengembangan pendidikan vokasi turut dibahas, seperti penerapan smart campus, pembelajaran berbasis industri (dual system learning), work-based learning, sertifikasi kompetensi industri, hingga pengembangan micro-credentials dan pembelajaran modular yang fleksibel. Selain itu, pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri juga menjadi salah satu fokus utama dalam menciptakan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Kegiatan ini turut membahas tantangan yang dihadapi pendidikan vokasi saat ini, seperti kesenjangan keterampilan (skills mismatch), rendahnya literasi digital, keterbatasan integrasi industri, hingga tekanan transformasi teknologi dan ekonomi hijau. Oleh karena itu, diperlukan transformasi kurikulum, penguatan kerja sama internasional, digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa secara berkelanjutan. Melalui kegiatan The International E-Lecturing, Sekolah Vokasi Universitas Terbuka berharap dapat memperluas jejaring kolaborasi internasional sekaligus mendorong pengembangan pendidikan vokasi yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing global. Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari kalangan akademisi, mahasiswa, serta praktisi industri dari berbagai daerah.
Penjajakan Kerjasama dengan Institut Media Digital Emtek

Bagikan Berita Jakarta, 8 Mei 2026 — Sekolah Vokasi Universitas Terbuka melakukan penjajakan kerjasama dengan Institut Media Digital Emtek pada Jumat, 8 Mei 2026 bertempat di kampus IMDE. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara pendidikan vokasi dan industri media digital guna mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Kunjungan Sekolah Vokasi Universitas Terbuka dipimpin oleh Dr. Mohamad Yunus didampingi oleh Dr. Tuti Purwoningsih, Dr. Joko Rizkie Widokarti, Dr. Andi Harmoko Arifin, Dr. Sendi Ramdhani, Elisabeth Ria Viana Praningtyas, Mira Aryani, serta Ghazian Satya. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh jajaran pimpinan IMDE, yaitu Totok Amin Soefijanto, Dr. Ratih Damayanti, Erwin Mulyadi, Teguh Setiawan, Ir Ciptono Setyobudi, Ir. Adrian Ingratubun, Adlino Dananjaya, serta Pieter Andrian. Dalam diskusi yang berlangsung hangat dan konstruktif, IMDE memaparkan konsep pembelajaran berbasis praktik industri yang diterapkan kepada mahasiswa. Model pembelajaran tersebut dirancang agar mahasiswa memiliki pengalaman kerja nyata dan siap menghadapi kebutuhan industri media digital yang terus berkembang. Selain itu, IMDE juga memperkenalkan program pengembangan talenta kreatif melalui lomba storytelling bagi siswa SMA. Program tersebut memberikan kesempatan bagi peserta terbaik untuk menampilkan karya pada media tayang, bertemu dengan sutradara ternama Indonesia, hingga memperoleh kesempatan mengikuti seleksi perkuliahan di IMDE. Pada kesempatan tersebut, kedua institusi juga membahas peluang pengembangan program studi baru di bidang Konten Kreator sebagai respon terhadap perkembangan industri kreatif dan kebutuhan sumber daya manusia di bidang media digital. Selain itu, dibahas pula peluang kerjasama dalam bidang magang mahasiswa, pengembangan kurikulum berbasis industri, serta kegiatan pengembangan kompetensi digital lainnya. Direktur Sekolah Vokasi Universitas Terbuka, Dr. Mohamad Yunus menyampaikan bahwa penjajakan kerjasama ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang memberikan manfaat bagi kedua institusi, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan industri. Melalui kegiatan ini, Sekolah Vokasi Universitas Terbuka dan Institut Media Digital Emtek berharap dapat membangun kemitraan strategis dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi berbasis industri digital dan ekonomi kreatif di Indonesia.
Penjajakan Kerjasama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) Republik Indonesia

Bagikan Berita Tangerang Selatan, 30 April 2026 — Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) terus memperkuat perannya dalam pengembangan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui penjajakan kerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) Republik Indonesia. Pertemuan yang berlangsung pada hari itu berlangsung secara tatap muka dihadiri oleh perwakilan Sekolah Vokasi yang di pimpin oleh Direktur Sekolah Vokasi, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A., serta perwakilan dari Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Kepala Pusat Pengembangan SDM R. Adi Mukhtar Rivai. Pertemuan penjajakan ini berlangsung dalam suasana konstruktif dan penuh semangat kolaborasi. Kedua pihak membahas berbagai peluang sinergi, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor ekonomi kreatif yang semakin berkembang pesat di Indonesia. Direktur Sekolah Vokasi UT menyampaikan bahwa penjajakan kerja sama ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam ekosistem industri kreatif, baik melalui program magang, pelatihan berbasis kompetensi, maupun proyek kolaboratif. Kemenkraf angat trategis bagi UT karena ada akses talenta skala nasional, menghasilkan SDM siap kerja, platform digital yg scalable, dan integrasi program ke sistem pendidikan formal. Potensi besar dari sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional. Melalui penjajakan kerja sama ini, kami ingin memastikan lulusan vokasi UT memiliki keterampilan yang adaptif dan sesuai dengan kebutuhan industri. Sementara itu, perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif secara terbuka merespon positif niat tersebut dan menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan pemerintah dalam menciptakan talenta kreatif yang unggul dan berdaya saing global. Beberapa bidang yang menjadi fokus pembahasan meliputi pengembangan kurikulum berbasis industri, pelatihan kewirausahaan kreatif, serta dukungan terhadap inkubasi bisnis bagi mahasiswa dan alumni. Penjajakan kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kemitraan strategis yang berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Indonesia. Kemenkraf juga membuka peluang penyelerasan dalam bidang Sumber Daya Manusia,ekonomi kreatif dan teknologi dengan menjalin MOU/kerjasama berkelanjutan dipertemuan berikutnya.
PkM Kebencanaan di Tanah Kelahiran Buya Hamka

Bagikan Berita Agam, 25 April 2026 — Sekolah Vokasi Universitas Terbuka melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skema Kebencanaan di Desa Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Sabtu, 25 April 2026. Kegiatan ini digelar di tanah kelahiran Buya Hamka sebagai wujud nyata kehadiran perguruan tinggi dalam mendukung masyarakat melalui pengabdian yang relevan, kolaboratif, dan berdampak langsung. Lokasi tersebut dipilih dengan mempertimbangkan Musibah Banjir disertai Tanah Longsor yang melanda Sungai Batang salah satu lokasinya adalah SDN 14 Labuah berlokasi hanya berjarak 10 menit dari Museum Buya Hamka. Walaupun pada saat musibah lalu Robohnya SDN 14 Labuah dan memerlukan relokasi darurat, tidak melunturkan semangat siswa siswinya untuk tetap mengenyam bangku pendidikan, dedikasi dan nilai nilai luhur yang ditanamkan sepeninggal Buya Hamka sangat terasa berbekas pada masyarakat sekutar tanah kelahiran beliau.Semangat tersebut menular kepada Tim pengabdian Masyarakat Untuk berusaha semakin Berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat. Rangkaian acara diawali dengan Tari Piring yang dibawakan anak-anak SDN 14 Labuah di bawah koordinasi Kepala Sekolah Novia Susanti, S.Pd., M.Pd. Selanjutnya, kegiatan dibuka melalui laporan Ketua PkM Dr. Joko Rizkie Widokarti, S.E., M.M., sambutan Wali Nagari Sungai Batang Ahsin, dan sambutan Camat Tanjung Raya Al Hafidh, SSTP, MA. Kegiatan ini turut dihadiri Bapak KUK Suratman, Direktur Sekolah Vokasi Universitas Terbuka Dr. Mohammad Yunus, Direktur UT Padang Dr. Mery Berlian, S.P., M.Si., serta tim pelaksana PkM Sekolah Vokasi Universitas Terbuka. Puncak kegiatan diisi dengan sambutan Wakil Rektor IV Universitas Terbuka, Dr. Hendrian, yang sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak boleh hanya hadir di ruang akademik, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat untuk memberi solusi nyata. Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bukti komitmen Universitas Terbuka untuk terus menghadirkan pengabdian yang adaptif, berkelanjutan, dan menjawab kebutuhan lapangan. Di sinilah semangat “UT Berdampak, Bersama Pulihkan Sumatra” mendapat makna nyata melalui kerja bersama dengan masyarakat dan pemerintah setempat. PkM Kebencanaan ini dilaksanakan melalui skema daring dan luring. Pada sesi daring, tim yang beranggotakan Elisabeth Ria Viana Praningtyas, S.Ak., M.Sc, Lintang Putri Estiarto, S.Ak., M.Ak, dan Althaf Syah Abdali, S.Ak., M.S.Ak. melaksanakan pelatihan penguatan ekonomi dengan materi HPP dan pencatatan usaha.Dalam Materi tersebut dipaparkan bagaimana sebuah UMKM memiliki pencatatan Harga Pokok Produksi dengan breakdown beberapa biaya Operasional produksi yang umumnya UMKM tidak memerhatikannya. Dalam workshop berjudul CUAN: Ciptakan Usaha, Atur keuangan, Naikkan penghasilan tersebut, dipaparkan juga bagaimana memiliki Marketing dan Branding yang efektif sehingga sebuah UMKM khususnya di Sungai Batang Kabupaten Agam, memiliki unique selling point dengan manfaatkan kearifan lokal dan letak geografis di tepian Danau Maninjau Sementara pada sesi luring, pelatihan digelar di dua lokasi, yakni Kantor Desa Sungai Batang dan SDN 14 Labuah. Di Kantor Desa Sungai Batang, puluhan warga mengikuti Pelatihan Kader Dukungan Psikososial (PFA) dan praktik/simulasi pendampingan psikososial oleh Warniyati, S.E., Ak., serta sesi bersama Mas Fauzan dari BPBD Kabupaten Agam. Pada kesempatan yang sama, Dr. Andi Harmoko Arifin, S.E., M.Si. juga membagikan souvenir kepada masyarakat yang memperoleh nilai post-test 100. Adapun di SDN 14 Labuah, dilaksanakan pelatihan Penguatan Literasi Kependidikan oleh Dr. Sendi Ramdhani, M.Pd. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Universitas Terbuka juga menyerahkan bantuan sesuai kebutuhan desa dan sekolah. Untuk Desa Sungai Batang, bantuan yang diserahkan meliputi bibit jagung, tiga unit Proquip Rex800 Gasoline Power Tiller, pemasangan listrik, 10 paket kompor-regulator-gas, 10 paket wajan penggorengan, 10 paket spatula, plang UT, plakat UT, dan buku literasi. Untuk SDN 14 Labuah Padang, bantuan yang diberikan berupa dua lemari, dua laptop, satu proyektor, satu paket bel kring dan knop saklar, satu paket printer Canon, dua kipas angin, satu paket pemasangan WiFi, serta plakat UT. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim PkM Sekolah Vokasi Universitas Terbuka yang terdiri atas Dr. Joko Rizkie Widokarti, S.E., M.M., Althaf Syah Abdali, S.Ak., M.S.Ak., Dr. Andi Harmoko Arifin, S.E., M.Si., Adrianto, S.E., M.M., Elisabet Ria, Reza Fitriansyah, S.Kom., M.Kom., Dr. Sendi Ramdhani, M.Pd., Ramdhan Kurniawan, S.ST.Par., M.M., Lintang Putri Estiarto, S.Ak., M.Ak., dan Syifa dari UT Padang. Melalui kegiatan ini, Sekolah Vokasi Universitas Terbuka menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata untuk memperkuat ketangguhan sosial, pendidikan, dan ekonomi masyarakat.
Penjajakan Kerja Sama dengan Politeknik Negeri Padang

Bagikan Berita Padang, 24 April 2026 — Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (SV UT) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Politeknik Negeri Padang melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan di kampus Politeknik Negeri Padang. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi antarperguruan tinggi vokasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Sekolah Vokasi Universitas Terbuka, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A., hadir secara langsung dan disambut oleh Direktur Politeknik Negeri Padang, Ir. Revalin Herdianto, S.T., M.Sc., Ph.D., beserta jajaran pimpinan. Penandatanganan MoU ini bertujuan untuk membuka peluang kolaborasi di berbagai bidang, seperti pengembangan kurikulum berbasis industri, peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa, serta pelaksanaan kegiatan tridharma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dr. Mohamad Yunus menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Sekolah Vokasi UT dalam memperluas jaringan kemitraan strategis dengan institusi pendidikan vokasi di Indonesia. “Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi institusi maupun bagi mahasiswa dalam meningkatkan daya saing di dunia kerja,” ujarnya. Sementara itu, Ir. Revalin Herdianto menyambut baik kerja sama tersebut dan menegaskan pentingnya sinergi antarperguruan tinggi vokasi. “Melalui kemitraan ini, kami optimistis dapat menciptakan program-program inovatif yang mendukung pengembangan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri,” ungkapnya. Dengan terjalinnya kerja sama ini, kedua institusi diharapkan dapat saling mendukung dalam menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang unggul dan berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun global.
Sekolah Vokasi UT Jajaki Kerja Sama dengan LSP K3 OSHE Nusantara

Bagikan Berita Tangerang Selatan, 22 April 2026 — Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) melakukan penjajakan kerja sama strategis dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) K3 OSHE Nusantara pada Rabu (22/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan keterkaitan dan kesesuaian (link and match) antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia industri, khususnya di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Pertemuan yang berlangsung secara langsung tersebut dihadiri perwakilan Sekolah Vokasi UT, Dr. Tuti Purwoningsih, serta perwakilan Indonesia Cyber Education Institute (ICE Institute), Prof. Dr. Fatia Fatimah. Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Ketua LSP K3 OSHE Nusantara, Dr. Ir. Amri AK. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kolaborasi, antara lain pelaksanaan sertifikasi profesi bagi mahasiswa, pengembangan kurikulum berbasis industri, serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Sekolah Vokasi UT menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas lulusan agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengakuan kompetensi profesional yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Melalui kerja sama ini, mahasiswa diharapkan memperoleh nilai tambah berupa sertifikasi profesi di bidang K3. Pihak LSP K3 OSHE Nusantara menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung program sertifikasi maupun pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Sekolah Vokasi UT. Penjajakan ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi berkelanjutan antara kedua institusi. Ke depan, kerja sama tersebut diharapkan segera diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama teknis. Melalui kolaborasi ini, Sekolah Vokasi UT terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi vokasi yang adaptif terhadap perkembangan industri serta kebutuhan dunia kerja.
Workshop Penyusunan Pedoman Tracer Study

Bagikan Berita Tangerang Selatan, 1 April 2026 – Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan kegiatan Workshop Penyusunan Pedoman Tracer Study Sekolah Vokasi Universitas Terbuka sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kualitas pemantauan lulusan dan relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja. Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli, yaitu Dr. Diaz Pranita dari Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, yang memberikan pemaparan komprehensif terkait praktik terbaik (best practices) dalam penyusunan tracer study berbasis standar nasional dan internasional. Workshop ini diikuti oleh jajaran pimpinan, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan Sekolah Vokasi UT yang terlibat dalam pengelolaan data alumni dan pengembangan sistem penjaminan mutu. Kegiatan berlangsung secara interaktif, dengan sesi diskusi yang membahas berbagai aspek penting, mulai dari perancangan instrumen tracer study, metode pengumpulan data, hingga pemanfaatan hasil tracer study sebagai dasar pengambilan kebijakan akademik. Dalam sambutannya, perwakilan pimpinan Sekolah Vokasi UT menyampaikan bahwa tracer study merupakan instrumen penting dalam mengukur keberhasilan lulusan di dunia kerja, sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan kurikulum yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan industri. Sementara itu, Dr. Diaz Pranita menekankan pentingnya integrasi tracer study dengan sistem informasi yang terkelola secara berkelanjutan. Ia juga menggarisbawahi bahwa tracer study tidak hanya berfungsi sebagai alat pelaporan, tetapi juga sebagai dasar penguatan hubungan antara institusi pendidikan, alumni, dan dunia industri. Melalui workshop ini, Sekolah Vokasi Universitas Terbuka diharapkan dapat menghasilkan pedoman tracer study yang sistematis, terstandar, dan aplikatif. Pedoman tersebut nantinya akan menjadi acuan dalam pelaksanaan tracer study secara berkelanjutan guna mendukung peningkatan kualitas lulusan serta daya saing institusi di tingkat nasional maupun global. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret Sekolah Vokasi UT dalam mewujudkan pendidikan vokasi yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan dunia kerja.
Sekolah Vokasi Universitas Terbuka Gelar Workshop Pengembangan Bahan Ajar Interaktif (BAI)

Bagikan Berita Tangerang Selatan, 6 Maret 2026 – Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan Workshop Pengembangan Bahan Ajar Interaktif (BAI) pada tanggal 4–6 Maret 2026 sebagai langkah strategis memperkuat mutu bahan ajar dan dan memastikan keselarasan materi dengan kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja. Kegiatan ini berlangsung di Wisma 2 UT dan Gedung Prof. Setijadi, sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu pembelajaran berbasis digital di lingkungan Sekolah Vokasi. Workshop ini dihadiri langsung oleh para penulis Bahan Ajar Interaktif (BAI) dari Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi Bisnis Digital, D3 Perpajakan, dan Sarjana Terapan Kearsipan. Kehadiran para akademisi dan praktisi ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat kualitas substansi materi sekaligus memastikan keselarasan dengan kebutuhan industri, perkembangan regulasi, serta karakteristik pembelajaran jarak jauh yang menjadi keunggulan UT. Adapun para penulis yang hadir dalam kegiatan ini adalah: Dr. Hendrian, S.E., M.Si. Prof. Dr. rer. pol Hamzah Ritchi, S.E., MBIT., Ak Dr. Anak Agung Gede Satia Utama, S.E., M.Ak., Ak., CA Dr. Abdul Rahman, S.K.M., M.Si. Drs. Agus Santoso, M.Hum. Zaldy Adrianto, S.E., M.ProfAcc., CRP, Ak. Agung Septia Wibowo, S.Akt., M.Acc Arief Rachman. B, S.Pi., M.Si. Arif Rahman Bramantya, S.S., M.A Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian agenda yang meliputi penyelarasan capaian pembelajaran lulusan (CPL), penguatan desain instruksional berbasis digital, integrasi elemen multimedia interaktif, serta sesi review dan penyempurnaan naskah BAI. Diskusi intensif dan klinik penulisan dilakukan untuk memastikan setiap modul memiliki kualitas akademik yang kuat sekaligus menarik secara visual dan interaktif. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, para penulis BAI juga diajak berkeliling untuk mengenal lebih dekat unit-unit strategis di lingkungan UT, antara lain Pusat Pengembangan Bahan Ajar Multimedia (P2BAM) yang berperan dalam produksi dan pengembangan bahan ajar digital, Pusat Layanan Bahan Ajar (Puslaba) sebagai unit pendukung distribusi dan pengelolaan bahan ajar, serta ICE Institute yang mengembangkan pembelajaran daring terbuka dan kolaboratif. Kunjungan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai ekosistem pengembangan konten dan layanan pembelajaran di UT. Melalui workshop ini, Sekolah Vokasi UT menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap transformasi digital pendidikan tinggi. Hasil pengembangan BAI diharapkan dapat segera diimplementasikan pada semester mendatang guna memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif, aplikatif, dan relevan dengan tuntutan dunia kerja. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Sekolah Vokasi UT terus memperkuat perannya sebagai penyelenggara pendidikan vokasi jarak jauh yang unggul dan berdaya saing di tingkat nasional.
Percepatan Penyusunan Pedoman Magang dan Sertifikasi

Bagikan Berita Tangerang Selatan, 24 Februari 2026 – Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (SV UT) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Pedoman Magang dan Sertifikasi pada 23–24 Februari 2026 di Ruang Sidang Besar Lantai 2. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam rangka percepatan penyusunan panduan dan pedoman magang mahasiswa, seiring dengan rencana pembukaan tiga program studi baru di Sekolah Vokasi UT. Workshop ini dilatarbelakangi oleh amanat Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi, yang menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus berbasis kompetensi dan selaras dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA). Kurikulum pendidikan vokasi juga dituntut adaptif terhadap kebutuhan pasar serta didukung oleh pengajar yang memiliki kompetensi kerja yang relevan. Dalam forum tersebut, peserta workshop membahas secara komprehensif tujuan, mekanisme pelaksanaan, serta hak dan kewajiban para pihak dalam program magang. Pedoman magang dirancang agar mahasiswa memiliki pengalaman kerja nyata selama lima bulan di mitra industri, sekaligus menyusun laporan selama proses magang berlangsung. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat hard skills dan soft skills mahasiswa sehingga lulusan dapat segera terserap di sektor industri yang relevan. Selain itu, workshop juga menyoroti pentingnya rekonstruksi kurikulum vokasi agar semakin responsif terhadap kebutuhan industri, termasuk rencana menghadirkan mitra industri untuk memberikan masukan langsung dalam penyusunan kurikulum. Sekolah Vokasi UT juga menegaskan komitmennya dalam memastikan kesiapan mahasiswa sebelum diterjunkan ke dunia kerja, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan selama pelaksanaan magang. Melalui kegiatan ini, Sekolah Vokasi Universitas Terbuka menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan industri. Penyusunan pedoman magang dan sertifikasi yang komprehensif menjadi fondasi penting dalam mendukung pembukaan tiga program studi baru serta memperkuat daya saing lulusan di dunia kerja.
Sekolah Vokasi Gelar Workshop Finalisasi Borang Akreditasi Sementara Program Studi Baru

Bagikan Berita Tangerang Selatan, 29 Januari 2026 – Sekolah Vokasi menyelenggarakan Workshop Finalisasi Borang Akreditasi Sementara Program Studi Baru sebagai bagian dari persiapan pembukaan program studi vokasi berbasis Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Ir. Sigit Pranowo Hadiwardoyo, DEA, mantan Direktur Sekolah Vokasi Universitas Indonesia, yang memberikan penguatan strategis terkait pengembangan kurikulum dan kemitraan industri dalam pendidikan vokasi. Dalam paparannya, Prof. Sigit menegaskan bahwa keterlibatan mitra industri harus dimulai sejak tahap awal pembentukan kurikulum. Menurutnya, program vokasi idealnya menerapkan kurikulum 3-2-1, yakni tiga semester pembelajaran di kampus, dua semester belajar di industri, dan satu semester magang. Model ini menuntut kesiapan mitra industri serta kesepahaman bersama mengenai kompetensi yang harus dicapai mahasiswa. Oleh karena itu, ketua program studi dan dosen tetap didorong untuk aktif dan fokus menjalin kerja sama dengan industri, sekaligus memastikan sistem pengukuran kompetensi mahasiswa berjalan selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Pada sesi tanya jawab, berbagai isu praktis dibahas, mulai dari pembekalan mata kuliah inti sebelum mahasiswa terjun ke industri hingga tantangan komunikasi dengan mitra. Prof. Sigit menjelaskan bahwa pembelajaran di industri dan magang memiliki tujuan berbeda, namun saling melengkapi. Dua semester belajar di industri harus dirancang melalui komunikasi intensif dengan mitra untuk memetakan skill yang dibutuhkan, sehingga pada semester magang mahasiswa telah memiliki profil kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Ia juga menekankan pentingnya dialog berkelanjutan untuk menghindari miskomunikasi, tidak mudah menghakimi mahasiswa ketika menghadapi kendala di industri, serta mendorong dinamika diskusi antarmahasiswa sebagai bagian dari proses pembelajaran vokasi. Selain penguatan dari sisi akademik dan industri, workshop ini juga diisi dengan pemaparan teknis persiapan akreditasi oleh Ir. Kristanti Ambar Puspitasari, M.Ed., Ph.D. dari FKIP Universitas Terbuka. Materi yang disampaikan mencakup struktur Laporan Evaluasi Diri (LED), pengisian instrumen akreditasi minimum PJJ sarjana, hingga daftar dokumen wajib unggah. Peserta dibekali tips praktis, antara lain pentingnya mengikuti struktur instrumen, memastikan setiap klaim didukung bukti autentik, serta menyusun analisis berbasis data resmi seperti PDDikti, BPS, dan LLDIKTI. Penekanan khusus juga diberikan pada pengisian Pakta Integritas yang wajib ditandatangani Rektor serta kelengkapan dokumen akademik dan pendukung lainnya. Melalui workshop ini, Sekolah Vokasi diharapkan mampu menyelesaikan finalisasi borang akreditasi secara komprehensif, akuntabel, dan sesuai standar BAN-PT, sekaligus memastikan bahwa program studi baru yang akan dibuka memiliki kurikulum relevan, dukungan sumber daya memadai, serta kemitraan industri yang kuat untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing.