Bagikan Berita

Surabaya [1 Desember 2025] — Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (SV-UT) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Politeknik Universitas Surabaya (Politeknik Ubaya) sebagai bagian dari agenda penguatan penyelenggaraan program vokasi dan penyiapan implementasi kurikulum berbasis praktik industri. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan SV-UT dan diterima oleh Direktur Politeknik Ubaya, Ibu Agung Sriwardhani, M.A.

Kegiatan yang berlangsung di kampus Poltek Ubaya ini bertujuan untuk mempelajari praktik terbaik dalam pengelolaan program vokasi, khususnya terkait magang, penyusunan tugas akhir, sertifikasi kompetensi, serta kolaborasi dengan dunia industri. Dalam sesi diskusi, Politeknik Ubaya memaparkan sejarah dan profil lembaganya. Berdiri sejak tahun 1977, Poltek Ubaya merupakan salah satu institusi vokasi senior di Jawa Timur dengan pengalaman panjang dalam menghasilkan lulusan siap kerja. Saat ini Politeknik Ubaya memiliki lima program studi, yaitu:

  • Akuntansi
  • Manajemen Pemasaran
  • Administrasi Perkantoran
  • English for Business & Public Relations
  • Perpajakan

Dengan pengalaman panjang tersebut, Poltek Ubaya telah membangun sistem pembelajaran yang menekankan keseimbangan antara teori dan praktik, serta pemenuhan kebutuhan dunia industri.

Poltek Ubaya menerapkan model pembelajaran 50% tatap muka dan 50% online (semi-offline) sebagai strategi fleksibilitas untuk mahasiswa, terutama yang bekerja. Beberapa keunggulan model pembelajaran yang dipaparkan antara lain:

1.Magang Terstruktur Multi-Semester

    • Semester 5: pra-magang (pagi magang, malam kuliah).
    • Semester 6: magang penuh selama 6 bulan sesuai jam kerja industri.
    • Semester 7: penyusunan tugas akhir berdasarkan kasus nyata di tempat magang.

Praktik ini terbukti memperkuat kesiapan kerja mahasiswa dan memungkinkan mereka belajar melalui pengalaman langsung.

2. Kolaborasi dengan Dunia Usaha dan Industri (DUDI)

Poltek Ubaya memiliki jejaring luas dengan perusahaan, konsultan pajak, kantor dinas, hingga perusahaan besar. Banyak mahasiswa memperoleh tempat magang dari senior mereka, yang kemudian diverifikasi oleh kampus.

Beberapa perusahaan bahkan membiayai mahasiswa selama magang sebagai bagian dari kerja sama.

3. Sertifikasi Kompetensi Wajib

Sebelum masuk tahap tugas akhir, mahasiswa diwajibkan memiliki empat sertifikasi, yaitu:

  • Bahasa Mandarin (melalui Ubaya Language Center)
  • Bahasa Inggris
  • Teknologi Informasi (dengan mitra Microsoft – DAT)
  • Sertifikasi keahlian sesuai program studi (misalnya: Brevet A & B untuk perpajakan)

Kebijakan ini memastikan lulusan memiliki kompetensi tambahan yang diakui industri.

Setiap program studi di Poltek Ubaya menekankan pembelajaran berbasis praktik (experiential learning). Contohnya:

  • Perpajakan: mahasiswa membawa tax case nyata ke tugas akhir pada semester 6.
  • Administrasi Perkantoran: tugas akhir berupa proyek atau karya terapan yang berasal dari permasalahan tempat magang, seperti pengelolaan dokumen kearsipan.
  • Akuntansi Bisnis Digital: mahasiswa mengerjakan studi kasus dari UKM atau perusahaan mitra, termasuk kerja sama dengan brand seperti Shinzui.

Platform digital yang digunakan pun relevan dengan kebutuhan industri, seperti Microsoft Excel, Access, dan Lab Siklus Akuntansi dengan dataset yang dikembangkan sendiri.

Kunjungan ini memberikan wawasan penting bagi Sekolah Vokasi UT dalam mempersiapkan program studi vokasi, terutama dalam hal:

  • penyusunan alur magang multi-semester,
  • pemanfaatan sistem pembelajaran hybrid,
  • penyusunan tugas akhir berbasis kasus industri,
  • penetapan sertifikasi kompetensi prasyarat kelulusan, dan
  • penguatan kolaborasi dengan industri.

SV-UT berharap praktik baik dari Poltek Ubaya dapat diadaptasi dalam pengembangan kurikulum 10 program studi vokasi yang akan diluncurkan.

Sekolah Vokasi Universitas Terbuka menyampaikan apresiasi kepada Politeknik Ubaya atas keterbukaan, berbagi praktik terbaik, serta sambutan hangat selama kegiatan berlangsung. Kegiatan benchmarking ini menjadi langkah strategis bagi UT untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan vokasi yang relevan, adaptif, dan memenuhi kebutuhan dunia kerja.