Sekolah Vokasi UT Siapkan Tiga Program Studi Baru Berbasis Kebutuhan Industri

Bagikan Berita Tangerang Selatan, 20 Januari 2026 – Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Desain Panduan untuk Sekolah Vokasi sebagai langkah strategis penguatan pendidikan vokasi berbasis Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTJJ). Kegiatan ini membahas rancangan pembukaan tiga program studi baru, yaitu D3 Teknologi Informasi, D4 Akuntansi Bisnis Digital, dan D4 Manajemen Logistik, yang dirancang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDIKA). Program studi D3 Teknologi Informasi dikembangkan dengan keunggulan pada bidang keamanan siber dan infrastruktur digital, didukung kurikulum berbasis Outcome Based Education dengan porsi praktik yang dominan serta magang industri. Sementara itu, D4 Akuntansi Bisnis Digital diarahkan untuk menjawab kebutuhan akuntansi terapan berbasis data dan teknologi digital, guna menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap transformasi bisnis dan keuangan digital. Adapun D4 Manajemen Logistik dirancang untuk merespons pesatnya pertumbuhan sektor logistik nasional, dengan kurikulum berbasis proyek dan praktik yang mencakup pengelolaan rantai pasok, distribusi, serta kewirausahaan logistik. Program ini diharapkan menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap terjun ke dunia kerja. Melalui workshop ini, Sekolah Vokasi UT menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang fleksibel, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan industri melalui pemanfaatan teknologi digital, laboratorium virtual, serta dukungan sistem PTJJ, guna mencetak lulusan vokasi yang berdaya saing dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Sekolah Vokasi UT Laksanakan Kegiatan Benchmarking ke Universitas Bengkulu

Bagikan Berita Bengkulu, 15 Januari 2026 – Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Universitas Bengkulu sebagai upaya strategis dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan vokasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran serta praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan pendidikan vokasi yang dapat diadaptasi dan dikembangkan di lingkungan Sekolah Vokasi UT. Dalam kegiatan benchmarking tersebut, Sekolah Vokasi UT melakukan diskusi dan pertukaran informasi terkait tata kelola kelembagaan, pengembangan kurikulum vokasi, sistem pembelajaran, serta pelaksanaan praktik dan kerja sama dengan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA). Universitas Bengkulu dipilih sebagai mitra benchmarking karena pengalamannya dalam mengelola program pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan regional dan dunia kerja. Melalui kegiatan ini, Sekolah Vokasi UT juga mempelajari strategi penjaminan mutu, sistem evaluasi pembelajaran, serta penguatan kompetensi lulusan agar lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja. Hasil benchmarking diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam penyusunan kebijakan dan pengembangan program di Sekolah Vokasi UT, khususnya dalam konteks pendidikan jarak jauh. Kegiatan benchmarking ini mencerminkan komitmen Sekolah Vokasi UT untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi. Melalui sinergi dan kolaborasi antarperguruan tinggi, Sekolah Vokasi UT optimistis dapat menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing tinggi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Direktur Sekolah Vokasi UT dan Direktur UT Bengkulu Lakukan Siaran Bersama TVRI Bengkulu Bahas Peran Pendidikan Vokasi dalam Menjawab Tantangan Dunia Kerja

Bagikan Berita Bengkulu, 15 Januari 2026 – Direktur Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) bersama Direktur UT Bengkulu melaksanakan siaran bersama TVRI Bengkulu dengan mengangkat tema “Peran Sekolah Vokasi UT dalam Menjawab Tantangan Dunia Kerja”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Universitas Terbuka dalam memperkuat peran pendidikan vokasi sebagai solusi atas tantangan kebutuhan sumber daya manusia di dunia kerja yang terus berkembang. Dalam siaran tersebut, kedua pimpinan menyampaikan bahwa Sekolah Vokasi UT memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap kerja melalui penyelenggaraan pendidikan vokasi berbasis kompetensi. Sistem pembelajaran jarak jauh yang diterapkan UT dinilai mampu memberikan akses pendidikan yang fleksibel dan inklusif bagi masyarakat luas, termasuk bagi mahasiswa yang telah bekerja. Siaran ini juga membahas komitmen Sekolah Vokasi UT dalam mengembangkan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), penguatan praktik pembelajaran, serta pelaksanaan sertifikasi kompetensi sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi persaingan dunia kerja. Melalui kolaborasi dengan TVRI Bengkulu, Universitas Terbuka berharap informasi mengenai peran dan kontribusi Sekolah Vokasi UT dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen UT dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berdaya saing, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Direktur Sekolah Vokasi UT Lakukan Monitoring Pelaksanaan Ujian Online di UPBJJ–UT Bengkulu

Bagikan Berita Bengkulu, 14 Januari 2026 – Direktur Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT), Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A., melaksanakan kegiatan monitoring pelaksanaan Ujian Online (UO) secara langsung di UPBJJ–UT Bengkulu. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Sekolah Vokasi UT dalam memastikan mutu dan kelancaran penyelenggaraan evaluasi akademik bagi mahasiswa. Monitoring dilakukan dengan meninjau secara langsung proses pelaksanaan ujian, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, sistem ujian online, hingga pelaksanaan ujian oleh mahasiswa. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Sekolah Vokasi juga berinteraksi dengan mahasiswa peserta ujian serta menyampaikan motivasi dan semangat agar mahasiswa dapat mengikuti ujian dengan baik dan percaya diri. Dr. Mohamad Yunus menyampaikan bahwa pelaksanaan Ujian Online merupakan salah satu bentuk inovasi UT dalam mendukung sistem pembelajaran jarak jauh yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Oleh karena itu, pengawasan dan monitoring secara langsung menjadi penting untuk memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai dengan standar akademik dan prinsip penjaminan mutu Universitas Terbuka. Melalui kegiatan monitoring ini, Sekolah Vokasi UT berharap dapat terus meningkatkan kualitas layanan akademik, khususnya dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran, serta memberikan pengalaman ujian yang tertib, nyaman, dan berintegritas bagi seluruh mahasiswa

Sekolah Vokasi Universitas Terbuka Lakukan Benchmarking ke Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang

Bagikan Berita Malang, 5 Desember 2025 — Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (UM) sebagai bagian dari upaya penguatan dan pengembangan pendidikan vokasi. Kegiatan yang berlangsung di Kota Malang ini diterima langsung oleh Dekan Fakultas Vokasi UM, Prof. Dr. Muladi, S.T., M.T., beserta jajaran pimpinan fakultas. Pertemuan diawali dengan paparan mengenai sejarah dan transformasi pendidikan vokasi di UM yang berawal dari program diploma hingga beralih sepenuhnya menjadi program sarjana terapan (S.Tr.) sejak 2022, dengan ragam program studi yang mencakup bidang sosial humaniora, sains, hingga bidang kreatif. Dalam forum diskusi, Fakultas Vokasi UM memaparkan pengelolaan akademik dan kelembagaan, termasuk rasio dosen dan mahasiswa, sistem pendanaan melalui Uang Kuliah Tunggal (UKT), serta peran strategis tenaga kependidikan yang terbagi dalam subkoordinator akademik, kemahasiswaan, umum, dan keuangan. Layanan administrasi akademik, registrasi mata kuliah, yudisium, hingga wisuda dikelola di tingkat fakultas, sementara pengelolaan laboratorium dilakukan melalui kepala dan koordinator laboratorium di masing-masing unit. Model ini dinilai mampu mendukung efektivitas pembelajaran praktik yang menjadi ciri utama pendidikan vokasi. Aspek pembelajaran berbasis praktik dan keterlibatan dunia industri menjadi perhatian utama dalam benchmarking ini. Fakultas Vokasi UM menerapkan skema magang setara 20 SKS yang dilaksanakan pada semester 5 dan 6 atau 6 dan 7, termasuk melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Mahasiswa dapat menyelesaikan magang sekaligus tugas akhir di industri, dengan dosen pembimbing yang juga berperan sebagai pembimbing magang. Setiap kerja sama dengan mitra industri dituangkan dalam perjanjian yang jelas, mencantumkan durasi dan daftar mahasiswa, sehingga memberikan kepastian bagi kedua belah pihak. Selain itu, UM secara aktif melibatkan dosen praktisi melalui program Praktisi Mengajar, baik dari alumni maupun dari kalangan industri, untuk memperkaya wawasan mahasiswa. Diskusi juga menyoroti pengembangan sumber daya manusia, khususnya dosen dan mahasiswa. Fakultas Vokasi UM mendorong peningkatan sertifikasi dosen yang diakui industri, penguatan kompetensi bahasa Inggris, serta regenerasi dosen untuk keberlanjutan institusi. Bagi mahasiswa, setiap program studi memiliki skema sertifikasi keahlian, sertifikasi bahasa Inggris sebagai syarat pengambilan ijazah, serta pencatatan aktivitas ekstrakurikuler melalui Kartu Hasil Ekstrakurikuler. Tracer study dilaksanakan secara terintegrasi melalui aplikasi dengan dukungan satuan tugas di tingkat fakultas dan universitas untuk memantau keterserapan lulusan di dunia kerja. Melalui benchmarking ini, Sekolah Vokasi UT memperoleh gambaran komprehensif mengenai praktik baik pengelolaan pendidikan vokasi di Fakultas Vokasi UM, mulai dari kurikulum, pembelajaran berbasis industri, pengelolaan sumber daya manusia, hingga penjaminan mutu. Hasil kunjungan ini diharapkan dapat menjadi referensi strategis bagi UT dalam memperkuat penyelenggaraan pendidikan vokasi, khususnya dalam pengembangan program studi, sarana laboratorium, kemitraan industri, serta implementasi pembelajaran vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja di masa depan.

Sekolah Vokasi Universitas Terbuka Laksanakan Benchmarking ke Politeknik Negeri Malang

Bagikan Berita Malang, [4 Desember 2025] — Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) sebagai bagian dari upaya penguatan penyelenggaraan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA). Kegiatan ini berlangsung di Kota Malang dan diikuti oleh jajaran pimpinan serta tim pengelola Sekolah Vokasi UT. Benchmarking difokuskan pada pertukaran praktik baik terkait desain dan implementasi kurikulum vokasi, khususnya penerapan pembelajaran berbasis praktik dan proyek. POLINEMA memaparkan komposisi pembelajaran vokasi yang menekankan keseimbangan antara teori dan praktik, dengan porsi praktik lebih dari 50 persen, serta penerapan project based learning (PBL) yang terintegrasi dalam berbagai mata kuliah lintas semester. Dalam sesi diskusi, POLINEMA menjelaskan kebijakan pelaksanaan magang terstruktur dan wajib yang menjadi bagian dari kurikulum. Program magang dilaksanakan mulai semester menengah hingga akhir, dengan konversi Satuan Kredit Semester (SKS) sesuai ketentuan. Magang tidak hanya berfungsi sebagai sarana penguatan kompetensi mahasiswa, tetapi juga menjadi sumber studi kasus dan dasar penyusunan tugas akhir berbasis proyek yang relevan dengan kebutuhan mitra industri dan instansi. POLINEMA juga memaparkan pengelolaan tugas akhir mahasiswa vokasi yang berorientasi pada produk nyata, seperti penyusunan standar operasional prosedur (SOP), business plan, dan dokumen kebijakan yang dibutuhkan mitra. Pendekatan ini memperkuat keterkaitan antara proses pembelajaran, penelitian terapan dosen, dan pengabdian kepada masyarakat. Dari aspek penjaminan mutu, POLINEMA menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara konsisten melalui audit mutu internal, monitoring dan evaluasi pembelajaran, serta penerapan instrumen mutu yang seragam pada seluruh program studi. Penjaminan mutu dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memastikan kesesuaian penyelenggaraan pendidikan dengan standar nasional dan kebutuhan pemangku kepentingan. Selain itu, POLINEMA memiliki dukungan fasilitas pembelajaran praktik yang memadai, seperti laboratorium tematik dan unit pendukung pembelajaran pada bidang teknologi informasi, akuntansi, kearsipan, dan pariwisata. Pembelajaran praktikum terintegrasi dengan mata kuliah lainnya serta diperkuat melalui kerja sama dengan mitra industri dan instansi pemerintah. Melalui kegiatan benchmarking ini, Sekolah Vokasi Universitas Terbuka memperoleh berbagai referensi strategis dalam pengembangan kurikulum, pengelolaan magang, pembelajaran berbasis proyek, serta penguatan sistem penjaminan mutu pendidikan vokasi. Hasil benchmarking diharapkan dapat menjadi dasar peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan vokasi UT dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap kerja.

Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. Tegaskan Pentingnya Revitalisasi Pendidikan Vokasi untuk Menjawab Tantangan Masa Depan

Bagikan Berita Tangerang Selatan, [15 Desember 2025] — Pendidikan vokasi memegang peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing global. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. dalam Talkshow Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) bertajuk “Pendidikan Vokasi di Indonesia: Revitalisasi Pendidikan, Pelatihan, dan Orientasi Masa Depan Sekolah Vokasi” yang diselenggarakan di Kampus UT Pondok Cabe, Senin (15/12). Dalam paparannya, Prof. Ojat menekankan bahwa revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi merupakan amanat strategis nasional yang diperkuat melalui berbagai kebijakan pemerintah, termasuk Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi serta Peraturan Menko PMK Nomor 6 Tahun 2022 tentang Strategi Nasional Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi. Ia menjelaskan bahwa arah kebijakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesesuaian antara supply side pendidikan dan pelatihan vokasi dengan demand side pasar kerja, memperkuat peran dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA), serta membangun sistem koordinasi vokasi yang terintegrasi dari tingkat pusat hingga daerah. “Pendidikan vokasi harus berorientasi pada kebutuhan nyata dunia kerja, berbasis kompetensi, dan dilaksanakan melalui kolaborasi semua pemangku kepentingan. Tanpa itu, lulusan akan sulit bersaing di tengah dinamika pasar kerja global dan revolusi industri,” tegas Prof. Ojat. Lebih lanjut, Prof. Ojat memaparkan bahwa produktivitas tenaga kerja Indonesia masih menghadapi tantangan, meskipun menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Setiap tahun, jutaan angkatan kerja baru memasuki pasar kerja, termasuk lulusan pendidikan menengah dan tinggi yang memerlukan penguatan kompetensi agar dapat terserap secara optimal oleh industri. Pada kesempatan tersebut, Prof. Ojat juga menyoroti potensi strategis Sekolah Vokasi Universitas Terbuka melalui pemanfaatan teknologi digital dan penerapan konsep Multi-Entry Multi-Exit (MEME). Konsep ini memungkinkan peserta didik masuk dan keluar dari program pendidikan pada berbagai titik tanpa kehilangan capaian pembelajaran, serta mendukung prinsip pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning). “Model MEME sangat relevan bagi pekerja, masyarakat di daerah terpencil, maupun mereka yang ingin belajar sambil bekerja. Universitas Terbuka memiliki posisi yang sangat kuat untuk mengembangkan vokasi berbasis digital dengan skema ini,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa penerapan MEME perlu didukung dengan modularisasi kurikulum, pengakuan pembelajaran lampau (Recognition of Prior Learning), sistem penjaminan mutu yang konsisten, serta pengakuan industri terhadap sertifikat kompetensi bertahap.  Melalui talkshow ini, Sekolah Vokasi Universitas Terbuka diharapkan dapat memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang inklusif, fleksibel, dan responsif terhadap kebutuhan pasar kerja, sekaligus berkontribusi nyata dalam mendukung agenda nasional revitalisasi pendidikan vokasi dan peningkatan kualitas SDM Indonesia.

Sekolah Vokasi Universitas Terbuka Lakukan Benchmarking ke Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya

Bagikan Berita Malang [4 Desember 2025] – Tim Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) melakukan kunjungan benchmarking ke Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) sebagai bagian dari upaya memperkuat pengembangan kurikulum, kemitraan industri, dan pengelolaan pendidikan vokasi. Kunjungan ini disambut langsung oleh pimpinan Fakultas Vokasi UB, termasuk Dekan Mukhammad Kholid Mawardi, S.Sos., M.A.B., Ph.D dan Wakil Dekan, yang memberikan pemaparan komprehensif mengenai penyelenggaraan pendidikan vokasi di UB. Dekan Fakultas Vokasi UB membuka pertemuan dengan menjelaskan profil fakultas serta memperkenalkan model penyelenggaraan vokasi di UB dan berbagai sekolah vokasi di Indonesia. Fakultas Vokasi UB memiliki beberapa program studi jenjang D3 dan D4 dengan orientasi kuat pada kebutuhan dunia industri. Salah satu poin penting yang dipelajari UT adalah implementasi magang dua semester di program D4, yaitu pada semester 6 dan 7. Program magang dilaksanakan berdasarkan kerja sama resmi (PKS) antara prodi dan industri. Sementara itu, untuk jenjang D3, magang dilakukan pada semester 3 dan semester 5, disertai tugas akhir berbasis pengalaman magang. Selama magang, mahasiswa tidak mengikuti perkuliahan di kampus, namun industri tetap diberikan muatan mata kuliah tertentu sebagai bagian dari penilaian. Monitoring dan evaluasi dilakukan bersama oleh dosen dan pihak industri. UB juga menargetkan pembentukan Dewan Penasehat Industri untuk memperkuat link and match.  Fakultas Vokasi UB menerapkan komposisi pembelajaran 40% teori dan 60% praktik. Kurikulum selalu diperbarui secara berkala melalui penyesuaian Rencana Pembelajaran Semester (RPS) serta melibatkan praktisi industri sebagai pengajar di laboratorium. UB bahkan mendorong program dosen magang di industri untuk memastikan materi ajar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.UB juga menyampaikan bahwa kurikulum D3 direncanakan ditutup secara bertahap dan seluruhnya akan beralih ke jenjang D4. Evaluasi kemitraan dilakukan secara rutin melalui mekanisme magang mahasiswa, serta tindak lanjut bagi industri yang belum menjalin kerja sama formal. UB menekankan bahwa seluruh mitra industri harus berstatus MoU dan berada di bawah asosiasi relevan. Tracer study dilakukan setiap tiga bulan oleh fakultas, menggunakan instrumen dari kementerian yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan UB. Fakultas Vokasi UB memiliki sekitar 40 tenaga kependidikan, termasuk operator akademik di setiap program studi serta petugas registrasi hingga bagian kelulusan. Dari sisi mutu, fakultas berada di bawah koordinasi Lembaga Penjaminan Mutu UB dan menjalankan audit internal setiap tahun.Melalui kunjungan ini, Sekolah Vokasi UT memperoleh gambaran nyata mengenai bagaimana Fakultas Vokasi UB mengelola pendidikan vokasi secara adaptif dan kolaboratif dengan industri. Praktik baik seperti magang dua semester, pembaruan kurikulum berbasis RPS, dan integrasi industri dalam pembelajaran menjadi referensi strategis bagi pengembangan program vokasi UT ke depan.

SV-UT Lakukan Benchmarking ke Politeknik Ubaya untuk Penguatan Implementasi Pendidikan Vokasi

Bagikan Berita Surabaya [1 Desember 2025] — Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (SV-UT) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Politeknik Universitas Surabaya (Politeknik Ubaya) sebagai bagian dari agenda penguatan penyelenggaraan program vokasi dan penyiapan implementasi kurikulum berbasis praktik industri. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan SV-UT dan diterima oleh Direktur Politeknik Ubaya, Ibu Agung Sriwardhani, M.A. Kegiatan yang berlangsung di kampus Poltek Ubaya ini bertujuan untuk mempelajari praktik terbaik dalam pengelolaan program vokasi, khususnya terkait magang, penyusunan tugas akhir, sertifikasi kompetensi, serta kolaborasi dengan dunia industri. Dalam sesi diskusi, Politeknik Ubaya memaparkan sejarah dan profil lembaganya. Berdiri sejak tahun 1977, Poltek Ubaya merupakan salah satu institusi vokasi senior di Jawa Timur dengan pengalaman panjang dalam menghasilkan lulusan siap kerja. Saat ini Politeknik Ubaya memiliki lima program studi, yaitu: Akuntansi Manajemen Pemasaran Administrasi Perkantoran English for Business & Public Relations Perpajakan Dengan pengalaman panjang tersebut, Poltek Ubaya telah membangun sistem pembelajaran yang menekankan keseimbangan antara teori dan praktik, serta pemenuhan kebutuhan dunia industri. Poltek Ubaya menerapkan model pembelajaran 50% tatap muka dan 50% online (semi-offline) sebagai strategi fleksibilitas untuk mahasiswa, terutama yang bekerja. Beberapa keunggulan model pembelajaran yang dipaparkan antara lain: 1.Magang Terstruktur Multi-Semester Semester 5: pra-magang (pagi magang, malam kuliah). Semester 6: magang penuh selama 6 bulan sesuai jam kerja industri. Semester 7: penyusunan tugas akhir berdasarkan kasus nyata di tempat magang. Praktik ini terbukti memperkuat kesiapan kerja mahasiswa dan memungkinkan mereka belajar melalui pengalaman langsung. 2. Kolaborasi dengan Dunia Usaha dan Industri (DUDI) Poltek Ubaya memiliki jejaring luas dengan perusahaan, konsultan pajak, kantor dinas, hingga perusahaan besar. Banyak mahasiswa memperoleh tempat magang dari senior mereka, yang kemudian diverifikasi oleh kampus. Beberapa perusahaan bahkan membiayai mahasiswa selama magang sebagai bagian dari kerja sama. 3. Sertifikasi Kompetensi Wajib Sebelum masuk tahap tugas akhir, mahasiswa diwajibkan memiliki empat sertifikasi, yaitu: Bahasa Mandarin (melalui Ubaya Language Center) Bahasa Inggris Teknologi Informasi (dengan mitra Microsoft – DAT) Sertifikasi keahlian sesuai program studi (misalnya: Brevet A & B untuk perpajakan) Kebijakan ini memastikan lulusan memiliki kompetensi tambahan yang diakui industri. Setiap program studi di Poltek Ubaya menekankan pembelajaran berbasis praktik (experiential learning). Contohnya: Perpajakan: mahasiswa membawa tax case nyata ke tugas akhir pada semester 6. Administrasi Perkantoran: tugas akhir berupa proyek atau karya terapan yang berasal dari permasalahan tempat magang, seperti pengelolaan dokumen kearsipan. Akuntansi Bisnis Digital: mahasiswa mengerjakan studi kasus dari UKM atau perusahaan mitra, termasuk kerja sama dengan brand seperti Shinzui. Platform digital yang digunakan pun relevan dengan kebutuhan industri, seperti Microsoft Excel, Access, dan Lab Siklus Akuntansi dengan dataset yang dikembangkan sendiri. Kunjungan ini memberikan wawasan penting bagi Sekolah Vokasi UT dalam mempersiapkan program studi vokasi, terutama dalam hal: penyusunan alur magang multi-semester, pemanfaatan sistem pembelajaran hybrid, penyusunan tugas akhir berbasis kasus industri, penetapan sertifikasi kompetensi prasyarat kelulusan, dan penguatan kolaborasi dengan industri. SV-UT berharap praktik baik dari Poltek Ubaya dapat diadaptasi dalam pengembangan kurikulum 10 program studi vokasi yang akan diluncurkan. Sekolah Vokasi Universitas Terbuka menyampaikan apresiasi kepada Politeknik Ubaya atas keterbukaan, berbagi praktik terbaik, serta sambutan hangat selama kegiatan berlangsung. Kegiatan benchmarking ini menjadi langkah strategis bagi UT untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan vokasi yang relevan, adaptif, dan memenuhi kebutuhan dunia kerja.

Sekolah Vokasi Universitas Terbuka Lakukan Benchmarking ke Fakultas Vokasi Universitas Airlangga

Bagikan Berita Surabaya [1 Desember 2025] — Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) sebagai bagian dari persiapan pembukaan 10 program studi vokasi baru di UT. Kunjungan ini berlangsung pada Senin, 1 Desember 2025, dengan rangkaian diskusi intensif mengenai penyelenggaraan pendidikan vokasi, model pembelajaran, kurikulum, dan praktik industri. Pertemuan dimulai pukul 09.15 WIB dan dipimpin oleh Dekan Fakultas Vokasi Unair, Prof. Dian Yulie Reindrawati, S.Sos., MM, PhD.. Dalam sambutannya, Direktur Sekolah Vokasi UT menyampaikan rencana pengembangan program vokasi UT, antara lain Manajemen Logistik, Teknologi Informasi, Akuntansi Bisnis Digital, Pariwisata dan Perhotelan, serta bidang lainnya yang kini tengah dirancang sesuai kebutuhan industri. Model Pembelajaran dan Kurikulum di Vokasi Unair Dalam diskusi, Fakultas Vokasi Unair menjelaskan bahwa kurikulum vokasi dirancang dengan penekanan kuat pada pengalaman praktis. Untuk program Akuntansi Bisnis Digital, misalnya, jenjang D3 telah berhenti menerima mahasiswa dan dialihkan menuju D4, sejalan dengan kebijakan penguatan kompetensi terapan. Kaprodi Teknologi Informasi Vokasi Unair menekankan bahwa model pembelajaran ideal untuk vokasi adalah kombinasi teori dan praktikum, di mana pembelajaran daring hanya efektif pada tahap awal, sebelum mahasiswa terjun ke laboratorium dan kegiatan praktik langsung. Unair menerapkan pola pembelajaran yang terstruktur: Semester 1: fokus pada teori dasar Semester 2: praktik langsung bersama praktisi dan kunjungan lapangan, termasuk ke instansi seperti Bea Cukai dan Peradilan Pajak Semester 5–6: kesempatan magang terstruktur, termasuk opsi magang mandiri sebesar 20 SKS Fakultas Vokasi Unair juga dikenal karena tingginya proporsi dosen praktisi, yang memberikan pengalaman lebih aplikatif bagi mahasiswa. Program Unggulan dan Kolaborasi Internasional Fakultas Vokasi Unair turut memaparkan pengembangan program dual degree dengan Taiwan untuk program Sistem Informasi Akuntansi (SIA), memadukan pembelajaran akuntansi digital dan teknologi informasi. Selain itu, untuk program Perhotelan, Unair menerapkan benchmarking berbasis Service Excellence, dengan skema magang wajib di hotel berbintang lima. Mahasiswa juga aktif menginisiasi kegiatan seperti “Ragam Kuliner Nusantara” sebagai bentuk implementasi pembelajaran event management. Manfaat Kunjungan bagi Pengembangan Vokasi UT Diskusi dan studi banding ini memberikan wawasan penting bagi Sekolah Vokasi UT terkait: perancangan kurikulum vokasi berbasis praktik industri, desain pengalaman belajar yang relevan, penguatan jejaring dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), pengembangan program digital seperti Akuntansi Bisnis Digital dan TI, strategi penyusunan laboratorium praktikum untuk menopang pembelajaran hybrid.   Kunjungan ini menjadi langkah strategis UT dalam mematangkan pembukaan program studi vokasi, sekaligus memperkuat peran UT dalam menyediakan pendidikan terapan yang fleksibel, berkualitas, dan sesuai kebutuhan dunia kerja.