Bagikan Berita

Tangerang Selatan, 20 Mei 2026 – Sekolah Vokasi Universitas Terbuka kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berkualitas dan berdaya saing global melalui penyelenggaraan kegiatan The International E-Lecturing bertajuk “Future-Ready Vocational Education: Innovation, Sustainability, and Applied Industry Practices”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan menghadirkan akademisi internasional serta praktisi pendidikan vokasi sebagai narasumber.

Webinar internasional ini menghadirkan Professor Fevzi Okumus dari University of South Carolina serta Dr. Diaz Pranita dari Sekolah Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia. Keduanya membahas transformasi pendidikan vokasi agar mampu menjawab tantangan global di era digital, keberlanjutan, serta perkembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Dalam pemaparannya, Professor Fevzi Okumus menjelaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran penting sebagai penggerak pembangunan ekonomi, peningkatan daya saing, pengembangan tenaga kerja, serta mendukung mobilitas sosial masyarakat. Ia juga menyoroti berbagai perubahan global yang memengaruhi dunia pendidikan dan industri, seperti AI dan otomatisasi, transformasi digital, ekonomi hijau, hingga kebutuhan pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning).

Selain itu, beliau memaparkan berbagai inovasi yang mulai diterapkan dalam pendidikan vokasi, seperti penggunaan AI-powered learning, simulasi berbasis VR/AR, smart factory, digital twins, hingga gamifikasi pembelajaran. Menurutnya, lulusan pendidikan vokasi di masa depan harus memiliki kemampuan teknologi, analisis data, kreativitas, kemampuan interpersonal, serta kesiapan menghadapi perubahan industri yang sangat cepat.

Khusus pada sektor hospitality dan pariwisata, Professor Fevzi Okumus menekankan pentingnya penguasaan keterampilan masa depan seperti smart operations, pelayanan berbasis AI, revenue analytics, sustainable tourism, dan inovasi kuliner. Ia juga menyampaikan bahwa pendidikan vokasi harus menjadi lebih fleksibel, berbasis industri, dan terintegrasi dengan kebutuhan dunia kerja global.

Sementara itu, Dr. Diaz Pranita memaparkan materi mengenai pentingnya transformasi pendidikan vokasi menuju sistem yang lebih adaptif, inovatif, dan berkelanjutan. Dalam presentasinya, ia menjelaskan bahwa dunia kerja saat ini menghadapi tekanan besar akibat transformasi digital, perubahan iklim, disrupsi teknologi, serta tuntutan kompetensi global.

Dr. Diaz juga menjelaskan beberapa pilar utama pendidikan vokasi masa depan, yaitu inovasi, integrasi AI dan teknologi digital, keberlanjutan (sustainability), serta praktik industri terapan (applied industry practices). Menurutnya, pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan digital, berorientasi pada keberlanjutan, inovatif, dan siap bersaing secara global.

Berbagai strategi pengembangan pendidikan vokasi turut dibahas, seperti penerapan smart campus, pembelajaran berbasis industri (dual system learning), work-based learning, sertifikasi kompetensi industri, hingga pengembangan micro-credentials dan pembelajaran modular yang fleksibel. Selain itu, pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri juga menjadi salah satu fokus utama dalam menciptakan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Kegiatan ini turut membahas tantangan yang dihadapi pendidikan vokasi saat ini, seperti kesenjangan keterampilan (skills mismatch), rendahnya literasi digital, keterbatasan integrasi industri, hingga tekanan transformasi teknologi dan ekonomi hijau. Oleh karena itu, diperlukan transformasi kurikulum, penguatan kerja sama internasional, digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan The International E-Lecturing, Sekolah Vokasi Universitas Terbuka berharap dapat memperluas jejaring kolaborasi internasional sekaligus mendorong pengembangan pendidikan vokasi yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing global. Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari kalangan akademisi, mahasiswa, serta praktisi industri dari berbagai daerah.